SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - Pernyataan Ketua DPRD Siak Indra Gunawan yang menyebutkan pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanjan Daerah (R-APBD) Siak tahun 2015 akan dilaksanakan pada 20 November 2014, sepertinya tidak terbukti alias meleset.

Pasalnya, sampai saat ini DPRD Siak masih menunggu jawaban pemerintah daerah terhadap pandangan umum fraksi-fraksi terhadap R-APBD Siak tahun anggaran 2015 yang sudah disampaikan pada sidang paripurnakan, Senin (17/11/14) kemaren.

"Memang kita bisa saja berandai-andai tapi kan dalam proses butuh waktu, yang tak dapat kita pastikan, yang pasti itu kuasa Allah. Mudah-mudahan bulan depan APBD 2015 sudah ketok palu," kata Indra menjawab GoRiau.com, Selasa (18/11/14).

Seperti diberitakan, Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi menyampaikan nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (R-APBD) Kabupaten Siak tahun 2015 sebesar Rp2,8 triliun. Dimana Belanja Tidak Langsung (BTL) Rp1,06 triliun atau 37,25 persen dari belanja daerah. Sedangkan Belanja Langsung (BL) Rp1,7 triliun atau 62,75 persen dari total belanja daerah.

Sesuai dengan nota keuangan yang diajukan, kata Syamsuar, R-APBD Siak mengalami defisit anggaran sebesar Rp639,6 miliar, dibiayai melalui pembiayaan daerah sebesar Rp767,6 miliar yang berasal dari sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) tahun 2014 yang masih diestimasi karena masih berjalan.

"Sedangkan Pendapatan Daerah bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) dimana pada anggaran 2015 sebesar Rp305,1 miliar lebih atau naik Rp12,1 miliar dibanding 2014 sebesar Rp292,9 miliar atau naik 4,14 persen," jelas Bupati.

Sementara dari dana perimbangan, untuk 2015 Rp1,7 triliun lebih atau naik sebesar Rp17,9 miliar dari APBD Perubahan 2014 sebesar Rp1,6 triliun lebih atau terjadi kenaikan sebesar Rp1,06 persen. Sedangkan yang bersumber dari lain-lain pendapatan daerah yang sah, tahun 2015 Rp204,9 miliar lebih, dibanding APBD Perubahan 2014 sebesar Rp187,7 miliar lebih atau terjadi kenaikan sebesar 9,12 persen.(nal)