SELATPANJANG, GORIAU.COM - Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kepulauan Meranti akui sulit menangani keberadaan orang gila di Meranti tanpa bantuan Satpol PP. Pasalnya, hingga saat ini Disos kekurangan banyak tenaga.
Hal itu disampaikan Kabid Sosial Disos Meranti Mahdi, Sabtu (13/6/2015). Kata Mahdi, bukannya mereka tak peka akan kehadiran orang gila di Meranti, hanya saja mereka tidak punya tenaga (anggota) untuk mengambil semua orang gila yang berkeliaran, khususnya di Selatpanjang.
"Bidang sosial ini tidak punya banyak anggota. Kalau saya turun, tinggallah kantor (ruangan kerja, red) ini," ujar Mahdi.
Untuk itu, Mahdi juga berharap adanya bantuan dari Satpol PP. Mereka bisa saja membuat surat pengantar orang gila maupun orang terlantar untuk dilakukan penanganan di Pekanbaru.
"Kalau Satpol PP mau mengamankan orang gila ataupun orang terlantar, kita bisa membuat surat pengantar untuk dikirim ke Pekanbaru," ujar Mahdi pula.
Selain itu, terkait banyaknya orang gila di Selatpanjang yang sepertinya belum terperhatikan keberadaannya, Disos Meranti juga berharap keluarga yang bersangkutan bersedia mengantar kerabatnya yang mengalami gangguan jiwa itu.
Akibat tidak ada yang mengantarkan keluarganya (yang mengalami gangguan jiwa) ditambah tidak ada penanganan langsung dari Disos, orang gila di Selatpanjang bebas berkeliaran. Terkadang orang gila ini membuat sebagian warga merasa takut.
(zal)