TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Pendiri Universitas Islam Indragiri (Unisi) sekaligus mantan Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Indra Muklis Adnan mengaku sangat prihatin terkait penghentian pembangun gedung Unisi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil, padahal menurutnya, gedung tersebut seharusnya sudah bisa digunakan untuk aktifitas belajar bagi mahasiswa Unisi.

''Saya sedih saja, saya sebagai mantan Bupati yang telah membangunnya melihat gedung itu akhirnya tidak terpakai dengan baik,'' ujar Mantan Bupati Inhil 2 periode ini kepada awak media usai melantik Rektor Unisi, Kamis (11/12/2014).

Ia mengatakan, pihak kampus masih menunggu kapan gedung itu mau dipinjmkn ke universitas, apalagi ia berharap sesuai rencana awal dirinya membangun gedung itu untuk mengembangkan pendidikan di Inhil.

''Kapan gedung Unisi bisa digunakan, itu tergantung Pemerintah Daerah (Pemda atau Bupati. Jikapun mau diberikan gedung itu untuk Universitas lain, silahkan saja, itu kan kebijakan beliau,'' ujarnya.

Sementara itu, ia juga mengatakan alasan Pemkab tidak ingin melanjutkan sebelum audit BPK terkesan seperti membodoh-bodohi dirinya.

''Itu alasan saja, saya ini Bupati 2 periode, tau saya. Saya tidak bisa dibodoh-bodohi seperti itu,'' tukasnya.(ayu)