PEKANBARU - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, setidaknya sampai Sabtu (4/3/2017) malam, sudah lima korban tewas akibat bencana banjir dan longsor di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar.

Identitas kelima korban yang ditemukan meninggal dunia ini antara lain Doni Fernandes umur 31 tahun, Teja umur 19 tahun, Yogi Saputra umur 23 tahun, Muklis alias Ujang umur 45 tahun dan terakhir Karudin usia 25 tahun.

Sedangkan untuk korban luka berat diketahui bernama Syamsul Bahri usia 22 tahun dan Chandra umur 42 tahun. Proses evakuasi terus dilakukan setelah tim reaksi cepat dari BNPB berhasil tiba dititik bencana.

Terkait musibah tersebut, Bupati Kabupaten Limapuluh Kota telah menetakan masa tanggap darurat selama tujuh hari, mulai tanggal 3 hingga 9 Maret 2017. Tim gabungan sudah dikerahkan ke sana melakukan pencarian korban lainnya.

"Kepala BNPB sudah memerintahkan tim reaksi cepat mendampingi BPBD Kabupaten Limapuluh Kota dalam manajerial darurat, pengerahan bantuan pendanaan dan logistik," sebut Kepala Pusat Data dan Informasi, serta Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan BPBD Kampar Provinsi Riau untuk membantu penanganan banjir di Kecamatan Pangkalan. Posko Utama penanganan bencana didirikan di komplek kantor bupati lama.

"Kebutuhan mendesak saat ini adalah alat berat untuk membersihkan material longsor, mobil rescue, perahu karet, tenda, makanan, obat, selimut, air minum dan lainnya," sambung dia, Sabtu malam.

Masyarakat juga diimbau untuk selalu waspada terhadap ancaman banjir, longsor, dan puting beliung, mengingat hujan masih berpotensi terjadi dalam satu minggu ke depan. Demikian kata Sutopo Purwo Nugroho. ***