PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Pemkab dan Kemenag Pelalawan diharapkan memperhatikan nasib para takmir dan guru ngaji. Meski tidak mengangkat mereka menjadi PNS, namun paling tidak memberikan honor secara rutin.
''Memang kita berharap para takmir masjid dan guru ngaji baik mereka yang mengajar di rumah dan masjid dibantu honor mereka secara rutin. Tentunya harapan ini kita sampaikan kepada Pemkab Pelalawan dan Kemenag,'' terang salah seorang tokoh masyarakat H Ibrahim AR, Jumat (5/4/2013).
H Ibrahim mengatakan bahwa selama ini para takmir dan guru ngaji memang tetap diperhatikan oleh masing-masing pengurus masjid. Namun karena keterbatasan anggaran masjid dan masih rendahnya kesadaran para orang pada bidang ini masih rendah, tentulah kondisi mereka belum begitu terbantu. Malah kalau soal jasa maka para takmir dan guru ngaji sangat besar sekali.
''Kalau tanpa bimbingan para guru ngaji khususnya baik yang di masjid maupun di rumah dengan jumlah anak didik ramai memang sangat besar sekali. Ya kalau diharapkan hanya bimbingan di sekolah apalagi sekolah umum maklum sajalah. Apalagi di rumah kurang perhatian masalah ini. Jadi peran guru ngaji sangat besar,'' katanya.
Jadi lanjutnya, kalau bisa Pemkab dan Kemenag Pelalawan melakukan pendataan serta menyediakan anggaran dalam APBD atau berupaya mendapatkan bantuan pusat untuk kemaslahatan para ustadz dan takmir masjid.
''Itu pun kalau memang pemerintah komitmen menjadikan generasi Qurani sejak dini. Mestinya tiap masjid itu digaji 3 sampai 4 guru ngaji untuk membina anak-anak dibidang Quran. Sekarang ini kan, kadang seorang guru ngaji harus membimbing puluhan anak didik jelas kurang maksimal apalagi honor mereka hanya ratusan ribu rupiah dan harus ada campur tangan pemerintah dan pihak Kemenag,'' tutupnya. (ilm)