DUMAI, GORIAU.COM - Janji PT Pertamina RU (Refinery Unit) II Dumai selama dua minggu untuk memberi jawaban atas tuntutan masyarakat hingga kini belum jelas. Warga Tanjung Palas Kecamatan Dumai Timur menilai PT Pertamina RU II Dumai tak ada berniat untuk memenuhi tuntutan masyarakat tersebut.

''Pindah harga mati. Kalau tak kami, kilang PT Pertamina RU II harus pindah. Rasa aman dan nyaman yang menjadi hak dasar kami telah dirampas sejak lama. Kami tak tahan lagi bertetangga dengan PT Pertamina RU II Dumai,'' keluh juru bicara warga Tanjung Palas, Khalifah Despianto, Selasa (18/3/2014).

Hal tersebut ditegaskan Despianto mengingat belum adanya tanda-tanda tuntutan masyarakat akan dipenuhi PT Pertamina RU II Dumai pasca adanya kejadian meledak dan terbakarnya kilang PT Pertamina RU II Dumai belum lama ini.

Ketika rasa aman dan nyaman tak terjamin, ratusan warga Tanjung Palas melakukan aksi demo secara damai di depan kantor PT Pertamina RU II Dumai pada Rabu (5/3) dua pekan lalu. ''Berapa dana yang dibutuhkan kilang PT Pertamina RU II Dumai untuk pindah silahkan dihitung, kami ganti,'' kesalnya.

Tuntutan warga tidak muluk-muluk. Lantaran rasa aman dan nyaman mereka tak terjamin, warga hanya minta agar pemukiman masyarakat direlokasi. Hal tersebut tertuang dalam surat warga Tanjung Palas yang sudah dikirim ke Pertamina Pusat di Jakarta.

Ketika PT Pertamina RU II Dumai tak kunjung memberikan jawaban, ratusan warga memutuskan untuk melakukan aksi demo secara damai di depan kantor PT Pertamina RU II Dumai Rabu (5/3).

Saat terjadi aksi demo, GM PT Pertamina RU II Dumai Nyoman Sukadana dihadapan Kapolres Dumai AKBP Yudi Kurniawan berjanji paling lambat dua minggu jawaban dari Pertamina Pusat sudah diberikan kepada masyarakat.

''Paling lambat dua minggu ke depan, jawaban dari pusat sudah ada,” kata GM Pertamina RU II Dumai dalam pernyataan tertulis yang diberikan kepada masyarakat.

Setelah perjanjian tertulis diterima, aksi demo ratusan warga Kelurahan Tanjung Palas Kecamatan Dumai Timur yang mendapat pengawalan ketat dari ratusan aparat Kepolisian Polres Dumai dibantu Sat Brimob Polda Riau bubar dengan tertib.

Namun hingga Senin (17/3) kemarin, tidak ada tanda-tanda tuntutan masyarakat yang mendapat jawaban dari PT Pertamina. Hal tersebut terjadi lantaran PT Pertamina RU II Dumai sebagai objek vital Negara mendapat perlindungan dari TNI dan POLRI.

Padahal kata Despianto, Kilang Pertamina dibangun demi kesejahteraan rakyat. “ Tapi di Dumai kilang PT Pertamina RU II Dumai menyengsarakan kami sebagai tetangganya,” sebutnya.

Menurut Despianto, jika sampai Kamis (20/3) tak ada kepastian, pihaknya akan menggelar aksi demo besar-besaran dengan melibatkan lima ribu massa. Demo secara damai tersebut akan dilaksanakan di dua lokasi yakni di pintu masuk Kilang PT Pertamina RU II Dumai serta di perumahan Bukit Datk Dumai. “ Kami tak main-main lagi,” ungkapnya. (za)