DUMAI, GORIAU.COM - Memang sudah nasib warga di daerah Riau diperlakukan semena-mena oleh perusahaan besar yang beroperasi di daerah ini. Meski menjerit karena merasa terganggu, namun perusahaan menganggap angin lalu. Seperti yang dirasakan warga Tanjung Palas Dumai yang menuntut relokasi pemukiman kepada Pt Pertamina RU II Dumai.

''Sedikitnya sudah empat kali warga melakukan pertemuan membahas masalah tersebut. Namun ternyata niat baik PT Pertamina RU II Dumai belum kelihatan,'' ujar Ketua Komisi I DPRD Kota Dumai Timo Kipda. Politisi Partai Golkar yang tidak maju sebagai Caleg tahun 2014.

''Masyarakat sudah sejak lama menderita, mereka tak menuntut ganti rugi, yang sangat perlu itu rasa aman dan nyaman masyarakat terjamin,,'' tegas Timo Kipda kepada wartawan, Selasa (14/3/2014).

Timo Kipda minta PT Pertamina RU II Dumai menyiapkan lokasi perumahan yang baru. Masalah CSR dan simulasi tak perlu dibahas. Sebab masyarakat sudah sangat tarauma akibat kejadian meledak dan terbakarnya kilang Pertamina RU II Dumai belum lama ini.

''Saya akan turut mendampingi warga Tanjung Palas melakukan aksi demo Kamis mendatang,'' bebernya.

Untuk diingat aksi demo ratusan masyarakat Tanjung Palas sudah dilakukan Rabu (5/3) dua pekan lalu. Despianto yang dipercaya sebagai koodinator aksi demo menegaskan bahwa pihaknya tetap pada pendirian menungggu tuntutan mereka dipenuhi. Kala itu PT Pertamina membuat pernyataan tertulis bahwa tuntutan warga agar segera mendapat jawaban pasti dua pekan kemudian. Tapi hingga Senin (17/3) belum ada tanda-tanda adanya jawaban atas tuntutan tersebut.

''Keinginan masyarakat harap direspon, karena mereka sudah sejak lama menderita,'' harap Timo Kipda lagi. (za)