JAKARTA – Ketersediaan sejumlah bahan pokok telah berada di atas standar. Pemerintah memastikan pasokan komoditas bahan pokok cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Lebaran Idul Fitri 2022.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan pelaku usaha dan instansi terkait, ketersediaan pasokan selama periode Idul Fitri 1443 H dipastikan cukup dengan ketahanan antara 1,1 sampai 2 bulan ke depan.

"Bahkan, khusus beras ketahanan sampai 10,5 bulan ke depan. Jadi nggak perlu khawatir," terang Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Oke Nurwan dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (30/3/2022).

Diterangkan Oke, sejumlah barang pokok tercatat dapat memenuhi kebutuhan masyarakat hingga beberapa bulan ke depan.

"Pasokan beras sebesar 839 ribu ton cukup untuk 10,5 bulan, gula pasir sebesar 533 ribu ton cukup untuk 2 bulan, minyak goreng ada 991 ribu ton cukup untuk 1,49 bulan, dan kedelai sebesar 280 ribu ton cukup untuk 1,7 bulan," paparnya.

Lanjutnya, pasokan daging sapi atau kerbau tercatat ada sebesar 74,79 ribu ton. Jumlah ini cukup untuk 2,3 bulan.

Kemudian, daging ayam ras tersedia 434 ribu ton cukup untuk 1,3 bulan, bawang putih sebesar 48,5 ribu ton cukup untuk 1,2 bulan, cabai sebesar 289 ribu ton per hari, dan bawang merah sebesar 590 ribu ton per hari.

Oke tak menampik bahwa jelang Ramadan dan Idul Fitri permintaan barang pokok akan bertambah dari hari biasanya. Kendati demikian, ia tetap memantau harga komoditas internasional dan situasi geopolitik yang berpotensi mengganggu pasokan.

"Kami dari Kemendag akan terus mantau. Karena ketegangan geopolitik akibat konflik Rusia dan Ukraina juga akan naikkan komoditas barang dan kebutuhan pokok dari impor seperti kedelai dan tepung terigu," tandasnya, dikutip dari SINDOnews.com.***