PASIR PANGARAIAN, GORIAU.COM - Hasil rapat kerja (Raker) Lembaga Kerapatan Adat (LKA) 16 kecamatan se-Rohul, ditaja Lembaga Adat Melayu Riau(LAMR) Rohul beberapa pekan lalu, hasilnya sejumlah rekomondasi. disampaikan ke Pemkab Rohul.

Salah satunya adalah kewajiban berbahasa Melayu Rohul kepada seluruh warga setiap haroi Rabu. Tak peduli dari suku apapun, mereka wajib mengembangkan budaya dan bahasa Melayu di Rohul.

Ketua LAMR Rohul, H Tengku Rafli Armien S.Sos bergelarTengku Majolelo, Minggu (26/1/2014) mengatakan hasil rekomondasi itu, seperti penerapan Peraturan bupati tentang nama-nama pelaku usaha, harus gunakan nama daerah Rohul, mengenakan pakaian seragam melayu Rohul di instansi Pemerintahan harus benar-benar setelen melayu lengkap.

Selain itu, kata Tengku Majolelo, juga rekomondasi memberikan nama fasilitas umum di Rohul dengan nama-nama orang berjasa di Rohul, memberikan nama Bandar Udara Pasir Pangaraian dengan nama Bandara Tuanku Tambusai, berbahasa melayu Rohul setiap hari Rabu sesuai bahasadi daerah Rohul.

''Termasuk seperti pakaian seragam Melayu setiap Rabu di instansi pemerintahan yang dikenakan Pegawai, setelannya tidak lengkap. Bukan hanya tidak kenakan peci, juga pakaian yang dikenakan masih bentukpakaian koko dan kelengkapan belum sesuai pakaian Melayu,'' ungkap Tengku Rafli.

Khusus bahasa Melayu, Tengku Rafli menyatakan, bahasa Melayu digunakan sesuai daerah tempatannya. ''Dalam rakor beberapa waktu lalu, kita jugasengaja undang, seluruh camat di 16 kecamatan, termasuk pejabat Eselon II, itu karena masih ada dinas atau satker yang belum memberlakukan Perbup tentang berbahasa daerah setiap hari Rabu juga berbusana Melayu secara lengkap,'' jelas Tengku Rafli.

Dalam Rakor LKA se-Rohul yang digelar beberapa pekan lalu, pesertanya 48 orang, merupakan perwakilan masing-masing LKA di 16 kecamatan, yakni 3 orang per kecamatan, lalu ditambah pengurus LAMR Rohullainnya.

''Jelasnya, Rakor LKA yang kita gelar, lahirkan sejumlah rekomondasi ke Pemkab Rohul. Juga terkait pembuatan Perbup tentang tanah ulayat.Dan semua ini, kita akan rekomondasikan ke Pemkab Rohul, agar ini bisaterealisasi dengan baik, sesuai harapan kita karena Kabupaten Rohul merupakan rumpun Melayu,'' kata Tengku Rafli lagi. (srt)