
SELATPANJANG - Memasuki usia ke-8, bangunan kantor mewah sangat minim terlihat di Kabupaten Kepulauan Meranti. Rupanya, Bupati H Irwan sengaja tak membangun kantor mewah lantaran hanya bisa dirasakan segelintir orang.
Itu disampaikan langsung oleh H Irwan kepada masyarakat Kepulauan Meranti dalam beberapa kesempatan.
Kata orang nomor satu di Kota Sagu itu, sejak lama Ia mendenger pembicaraan segelintir orang bahwa sejak mekar tahun 2008 lalu, Kepulauan Meranti tak membangun kantor-kantor mewah. Hal itu ditanggapinya dengan santai.
Menurut H Irwan, Ia memegang prinsip dalam menentukan arah pembangunan. Bagi pembangunan yang tak menyentuh langsung ke masyarakat, tidak akan diprioritaskan.
Dicontohkan H Irwan, puluhan miliar dana dari APBD 2016 difokuskan kepada peningkatan jalan antar desa dengan sistem base. Jalan-jalan ini sudah dikerjakan dan diperkirakan ada yang selesai dan ada yang masih belum bisa diselesaikan. Namun, upaya membuka akses itu akan terus digesa dari tahun ke tahun.
"Kalau uang Rp40 miliar saya bangun kantor, bisa dibayangkan betapa megahnya. Ruangan saya menjadi besar, nyaman, tapi itu hanya saya yang merasakan," ujar Bupati H Irwan.
"Kalau bangun jalan, masyarakat banyak bisa merasakan, biarlah kantor saya bekas kantor camat. Andai ada warga yang bertanyakan hal sama, saya harap masyarakat bisa langsung menjelaskan kenapa Merantit tak ada gedung mewah," tambahnya.
Bupati dua priode ini membuat kebijakan untuk melakukan pembangunan yang menyentuh langsung ke tengah masyarakat banyak. Dibuka nya lah akses desa ke desa, desa ke kecamatan, kecamatan ke kecamatan, kecamatan ke kabupaten, kabupaten ke kabupaten tetangga, dan kabupaten ke provinsi.
"Dengan adanya akses jalan ini, akan menguntungkan banyak orang, bukan hanya saya," ujarnya.
Dicontohkan H Irwan, saat ini sedang dikerjakan peningkatan jalan Lemang ke Desa Bokor. Dengan adanya pengerasan base ini, jalan yang semula kecil menjadi besar. Kalau kemarin hanya bisa dilewati satu grobak dan satu motor (berlawanan arah, red) sekarang tidak itu sudah mulai teratasi.
"Kalau sudah dibase, tinggal mengusahakan hotmix di tahun berikutnya," ujar H Irwan.
Dengan adanya akses yang memadai, kata H Irwan juga, jarak tempuh warga menjadi singkat, bisa mempermudah masyarakat dalam membawa hasil pertanian ke tempat penjualan. Ia optimis kalau jalan bagus, perekonomian akan membaik.
Dalam mendukung kebijakan pemerintah membangun atau membuka akses agar semua desa terkoneksi, Irwan juga mengharapkan peran serta setiap kepala desa. Menurut H Irwan, tidak semua jalan-jalan desa terkena pembangunan jalan poros ini. "Bagi desa, cepat datakan jalan mana yang rusak. Kalau bisa diperbaiki pakai ADD, laksanakan saja. Kalau tidak bisa, segerapa lapor ke kabupaten," pesan H Irwan.
Upaya ini dianggap perlu digesa, sebab Pemda Meranti tak lagi menginginkan jalan di Kota Sagu baru dibangun sudah tumbuh besi. Mutu dan kualitas pembangunan akan sangat diperhatikan di Kepulauan Meranti. "Usia 8 tahun sudah cukup kita menilai kualitas pembangunan. Untuk itu, rekanan berkualitas jadi prioritas," kata Irwan juga.
Bupati H Irwan, maupun wakilnya Drs H Said Hasyim gencar melakukan monitoring dan evaluating pembangunan yang berlangsung. Terhadap pembangunan akses jalan yang tak selesai, akan diusakan lanjut pada APBD-P 2017, kalau tidak memungkinkan kembali dimasukkan dalam APBD 2018. *** (Adv/zal)