
PEKANBARU - Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Ignatius Jonan mendesak pihak Airnav dan Angkasa Pura (AP) II untuk segera memindahkan tiga alat yang merupakan komponen dari Instrument Landing System (ILS) yaitu Glide path, Middle marker, dan Localizer.
"Pak Menhub meminta agar Airnav dan AP II tidak beralasan lagi untuk segera memindahkan ILS. Tahun 2016 ini harus sudah selesai. Direktur operasional Angkasa Pura II juga sudah ditelepon langsung oleh beliau," ungkap Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Riau, Rahmat Rahim kepada GoRiau.com, Sabtu (11/6/2016) di ruang kerjanya.
Dikatakan Kadishub Riau, sebenarnya tidak ada kendala dalam proses pemindahan ILS. Hanya saja pihak Airnav dan AP II berasalan menunggu-nunggu saat yang tepat hingga menyebabkan molor dan memakan waktu yang lebih lama. Padahal, dari segi anggaran telah disediakan oleh pemerintah.
"Tiga alat itu belum dipindahkan. Kata mereka tidak ada kendala, tapi masih menunggu-nungu saja. Memang butuh waktu untuk menggesernya, tetapi kalau besok-besok terus ya tak selesai-selesai," katanya.
Saat ini, runway yang bisa berfungsi di Bandara SSK II Pekanbaru baru sepanjang 2.240 meter. Masih ada 360 meter lagi belum berfungsi karena glide path yang berguna untuk memberikan panduan sudut pendaratan, middle marker untuk memberikan informasi jarak, dan localizer untuk panduan center line runway belum dipindahkan. ***