SELATPANJANG, GORIAU.COM - Pihak keluarga mulai mencari keberadaan 3 pelaut asal Kabupaten Kepulauan Meranti yang hilang kontak sejak Selasa (23/12/2014) saat berangkat menuju Batu Pahat Johor Malaysia. Menggunakan pompong kayu, pihak keluarga menyusuri laut perbatasan (Indonesia-Malaysia) dan akan mencari ke Pulau Piai dan Pulang Pisang (pulau yang sudah berbatasan langsung dengan Malaysia).

Informasi pencarian ini disampaikan oleh salah seorang pihak keluarga ABK yang dilaporkan hilang, Drs Idris Syamsuddin, kepada wartawan, Jumat (26/12/2014) siang. Kata Idris, pihak keluarga berinisiatif untuk melakukan pencarian langsung kepada 3 warga Meranti yang terdiri daridua warga Desa Topang, Izhar alias Jang Topang (44) dan Deni (24), serta seorang warga Kuala Merbau Iskandar (22) yang sedang berlayar dari Desa Topang menuju Batu Pahat Johor sejak Senin (22/12/2014) kemarin dan hilang kontak sejak Selasa (23/12/2014) siang sewaktu ketiganya sudah mau memasuki alur kapal tangker di tengah laut.Dikatakan Idris lagi, setelah melakukan perundingan antara keluarga, maka Jumat (26/12/2014) pihak keluarga langsung melakukan pencarian ke tengah laut dan menyusuri beberapa pulau. Dengan menggunakan kapal kayu dan beranggotakan 4 awak, warga Kuala Merbau Kecamatan Pulau Merbau yang diketuai Indra itu langsung mencari ke arah alur kapal tangker dan juga akan mendatangi Pulau Piai dan Pulau Pisang untuk mencari tahu apakah ada keluarga mereka terdampar di sana, mengingat saat ini gelombang laut sedang tinggi.Selain warga Kuala Merbau, warga Rangsang juga melakukan pencarian kepada 3 warga Meranti yang dikabarkan hilang ini. 6 warga Rangsang yang diketuai Feri ini akan mencari di semua daerah di Pulau Rangsang, kemudian jika tidak ditemukan maka akan dicari ke alur kapal serta mendatangi juga dua pulau Indonesia yang berbatasan langsung dengan Malaysia itu. (Pulau Piai dan Pulau Pisang, red)."Di pulau itu mereka akan berkoordinasi lebih lanjut," kata Idrsi Syamsuddin.Selain itu, Idris juga berharap pihak kemanan kepolisian agar dapat membantu. Ia berharap pihak keamanan bisa mengirimkan tim SAR gabungan untuk melakukan pencarian kepada keluarga mereka yang hilang saat berlayar ke Batu Pahat Johor itu."Kita berharap pihak keamanan bisa membantu dengan mengirim kekuatan penuh (tim SAR gabungan, red) untuk membantu menemukan keluarga kita yang hingga hari ini belum ada kabarnya itu," kata Idris Jumat siang kepada GoRiau.(zal)