SELATPANJANG, GORIAU.COM - Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Kepulauan Meranti mengakui hanya bisa pasrah atas hanyutnya limbah berwarna hitam atau lebih dikenal dengan nama tar di Perairan Kepulauan Meranti. Pasalnya, sampai saat ini Pemerintah Provinsi Riau belum menanggapi permintaan bantuan dari BLH Meranti untuk mengatasi tar yang sudah banyak merusak jaring dan gumbang nelayan.
Sebagaimana disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) BLH Meranti Yonari, ketika dihubungi GoRiau.com Minggu (16/2/2014) siang.
Kata Yonari, sampai saat ini Pemprov Riau belum juga memberikan tanggapan terkait keluhan Pemkab Meranti atas hanyutnya limbah (tar, red) di perairan Meranti itu. Padahal Pemkab sudah menyurati Pemprov untuk meminta bantuan mengatasi limbah tersebut sejak Jumat (7/2/2014) lalu.
"Sampai saat ini Pemprov belum juga menanggapi. Kita di Pemkab sangat terbatas, kita tidak bisa menangani itu makanya minta bantuan ke Pemprov," kata Yonari menjawab Goriau.com.
Sembari menunggu kepastian dari Pemprov Riau, BLH Meranti hanya bisa mengimbau agar masyarakat di perairan Rangsang, Rangsang Pesisir, dan Rangsang Barat, hendaknya hati-hati agar jaring atau gumbang tidak terkena limbah tar yang sampai saat ini masih terombang ambing di perairan Meranti.
"Kemarin sudah ada yang gumbangnya terkena limbah itu, meski tidak separah seperti jaring masyarakat di Desa Sungai Gayung Kiri. Kita menghimbau masyarakat agar lebih hati-hati," ungkap Yonari pula.
Kemudian ketika ditanya posisi terakhir limbah tar itu, Yonari menyampaikan bahwa berdasarkan laporan terakhir, limbah itu sudah sampai di perairan Tanjung Kedabu Rangsang Pesisir.
"Kemarin sampai ke Tanjung Kedabu, kalau sudah di Rangsang Pesisir berarti sudah dekat dengan Rangsang Barat, hanya saja sampai saat itu tidak ada laporan masyarakat Rangsang Barat," ujar Yonari.
Seperti diberitakan sebelumnya, limbah hitam ini pertama kali mengenai jaring nelayan di Desa Sungai Gayung Kiri Rangsang pada Selasa ( 4/2/2014) yang lalu. Dan mengenai sekitar 8 jaring nelayan.(zal)