SELATPANJANG - Tahun ini, Desa Bokor Kecamatan Rangsangbarat Kepulauan Meranti Riau kembali akan menggelar pesta sungai meski tak dianggarkan di APBD 2016. Menyesuaikan dengan keterbatasan dana itu, tahun ini pesta pantai digelar secara sederhana.

Demikian disampaikan Ketua Sanggar Bathin Galang Sopandi SSos, Sabtu (9/4/2016). Kata Sopandi, walapun tak dianggarkan di APBD Kepulauan Meranti tahun 2016, mereka dari Sanggar Bathin Galang Desa Bokor bekerjasama dengan pemuda desa dan tokoh masyarakat siap melaksanakan Pesta Sungai Bokor ke-6. "Rencananya akan dilaksanakan mulai tanggal 22 hingga 23 Juli 2016. Bertepatan dengan musim buah buah dan air pasang," kata Sopandi.

Ditambahkan Sopandi, tahun ini pesta pantai lebih natural dengan mengangkat tema "Suara Alam Suara Kita" dan dikemas minimalis. Panggung pun akan dibuat dalam area perkebunan durian, sementara saat nampil harus di tanah lapang. Hal itu dilakukan mengingat terbatasnya dana yang hanya diperoleh dari sumbangan anggota dan kas sanggar Bathin Galang.

Untuk penampilan saja, Sanggar Bathin Galang hanya mengundang band Pekanbaru yang bernama Woy Band. Yaitu kelompok pemuda Riau yang melestarikan lagu-lagu melayu era 80 dan 90an. Selebihnya penampilan dari beberapa sanggar seni yang ada di Rangsangbarat dan Rangsangpesisir.

Sedangkan untuk permainan rakyat seperti lomba lari atas tual sagu, menggolek tual sagu, main seningkik, gasing, dan mancing senepak, tetap digelar dalam Pesta Pantai itu. "Bagi pengunjung yang ingin berwisata sungai tetap kami fasilitasi. Mudah-mudahan agenda tahun ini terlaksana dengan baik," kata Sopandi lagi.

"Seminggu sebelum pelaksanaan Pesta Sungai Bokor, akan digelar ritual budaya yaitu Bele Kampung secara tradisional dan ratip saman," tambah laki-laki yang telah membawa Meranti tercatat dalam Rekor Museum Republik Indonesia (MURI). ***