PEKANBARU - Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Kifayah Riau tahun ini kembali mendapat bantuan sosial (Bansos) pendidikan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.

Yang mana, bansos pendidikan ini diperuntukkan bagi mahasiswa kurang mampu yang saat ini menempuh pendidikan di jenjang D3, D4/S1 di perguruan tinggi se Riau, salah satunya STIT Al-Kifayah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Kesra Setdaprov Riau, Sofwan Muhajir melalui Kasubag Pendidikan, Muhammad Saleh mengatakan, bahwa persyaratan untuk mendapatkan bansos pendidikan ini telah disusun merujuk pada Peraturan Gubemur Riau Nomor 72 Tahun 2018 Tentang Perubahan atas Peraturan Gubernur Riau Nomor 35 Tahun 2017 tentang Pedoman Belanja Hibah dan Belanja Bantuan Sosial yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Serta berdasarkan pada hasil kesepakatan bersama antara Biro Kesra Setdaprov Riau dan utusan beberapa pimpinan perguruan tinggi se Riau pada tanggal 10 Maret 2020, bertempat di Ruang Melati Kantor Gubernur Riau.

"Adapun syaratnya untuk mendapatkan bansos ini, yakni mahasiswa tersebut merupakan putra-putri daerah Riau yang lahir di Riau atau salah satu dari orang tuanya lahir di Riau, atau sudah menetap di Riau lebih dari 10 tahun dibuktikan dengan ijazah Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah pemohon dan/atau dibuktikan dengan Surat Keterangan Kerja Orangtua pemohon. Selanjutnya syarat proposal bantuan tersebut bisa dilihat di pengumuman," kata Muhammad Saleh.

Sebagai salah satu kampus yang akan menerima bansos ini, Wakil Ketua STIT Al-Kifayah, Fitriana, S.Pd.I., M.Pd., menyatakan bahwa, STIT Al-Kifayah Riau diusia mudanya ini telah berhasil meningkatkan proses perkuliahan mahasiswa salah satunya melalui peluang beasiswa seperti bidikmisi, beasiswa tahfizh, beasiswa dari pemerintah daerah juga bansos pendidikan dari Pempov Riau.

Selain itu, peluang bantuan maupun beasiswa di kampus ini juga akan diperluas agar mahasiswa khususnya yang tidak mampu dan berprestasi bisa terbantu.

"Dengan harapan semoga mahasiswa-mahasiswa yang kurang mampu dan berprestasi ini dapat terbantu biaya pendidikannya. Sehingga mahasiswa tersebut terus semangat dalam melanjutkan mewujudkan impian besar," kata Fitriana. (rls)