SELATPANJANG - Pemerintah Daerah Kepulauan Meranti akan terus melakukan peningkatan fasilitas dan sarana transportasi laut seperti pelabuhan sebagai penunjang aktivitas masyarakat.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kepulauan berencana akan menambah dan melengkapi fasilitas pelabuhan Sungai Tohor Kecamatan Tebingtinggi Timur yang selama ini masih dinilai minim.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kepulauan Meranti, Dr H Arready SE MSi, mengatakan pihaknya merencanakan penambahan fasilitas guna menunjang pelayanan jasa dipelabuhan itu pada tahun 2020 ini.

Adapun fasilitas yang akan dilengkapi di Pelabuhan Sungai Tohor antara lain Canopy Trestel, Ruang Tunggu beserta kursi dan lantai.

"Peningkatan fasilitas Pelabuhan Sungai Tohor akan dilaksanakan pada tahun ini dan dipastikan sebelum lebaran sudah selesai. Saat ini kami sedang menghitung anggarannya," kata Arready, Kamis (6/2/2020).

Dengan ditingkatkannya fasilitas pelabuhan maka pelayanan jasa pelabuhan dipastikan akan semakin lebih baik dari sebelumnya, sehingga retribusi bisa ditarik untuk pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Kita baguskan dulu pelayanan dan fasilitas di pelabuhannya dulu, setelah bagus barulah kita pungut retribusinya untuk pemasukan PAD," ujar Arready.

Arready menambahkan selain kontruksi yang bagus, peningkatan fasilitas ini juga dipandang sebagai nilai estetika. Selain itu kebutuhan masyarakat Kepulauan Meranti terhadap pelabuhan juga sangat tinggi mengingat daerah ini merupakan Kepulauan sehingga jalur laut dianggap lebih mudah.

"Selain kontruksi yang bagus, peningkatan fasilitas ini juga bagian dari upaya menambahkan nilai estetika dimana selama ini pelabuhan dipandang kumuh," ujarnya.

Selanjutnya pelabuhan yang akan mendapatkan sentuhan penambahan fasilitas adalah pelabuhan Desa Dwi Tunggal di Kecamatan Rangsang.

"Pelabuhan ini nantinya akan kita siapkan sebagai check Point penumpang untuk keberangkatan internasional," kata Arready.

Sementara itu pelabuhan yang akan diterapkan pemungutan retribusinya nantinya adalah Pelabuhan Desa Semukut dan Pelantai. Sedangkan pelabuhan yang dihentikan pemungutan retribusinya adalah Pelabuhan Tanjung Samak dan Pelabuhan Camat.

"Pelabuhan Semukut dan Pelantai akan segera kita terapkan pemungutan retribusinya karena fasilitasnya sudah bagus. Untuk Pelabuhan Tanjung Samak dan Pelabuhan Camat kita hentikan karena fasilitas pelabuhannya sudah rusak," pungkasnya.***