BENGKALIS, GORIAU.COM - Beberapa hari lagi jelang pelaksanaan Musorkab KONI Kabupaten Bengkalis, jumlah bakal calon ketua umum (caketum) mengerecut. Saat ini hanya tersisa tiga bakal calon yang akan maju, yaitu Sriyono, Fivetrio Sulistio dan Syaukani Alkarim.

Nama Syaukani sebelumnya tidak pernah muncul di permukaan bakal maju sebagai calon ketua umum. Kabarnya, Syaukani juga sudah mendapat restu dari Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh dan Ketua DPRD, Heru Wahyudi untuk maju. Yang bersangkutan juga sudah melakukan pendekatan dengan mayoritas pengurus cabang olahraga di Bengkalis.

Syaukani ketika dikonfirmasi, Selasa (6/1/2015), mengaku siap maju untuk bertarung pada pemilihan ketum KONI yang akan diselenggarakan, Sabtu (10/12/2015). Pelaksanaan musorkab itu sendiri menurut Syaukani merupakan langkah terbaik untuk menyiapkan pengurus KONI ke depan. Terkait dengan munculnya bakal caketum lain, ia mengaku tidak ada masalah karena merupakan bagian dari proses demokratisasi di tubuh KONI sendiri.

"Saya siap maju dan bertarung pada Musorkab KONI mendatang. Tentunya keikutsertaan saya tidak bisa lepas dari dukungan kawan-kawan Pengkab. Insyaallah sampai sejauh ini saya sudah menjalin komunikasi dengan mayoritas kawan-kawan pengurus atau ketua pengkab," terang Syaukani.

Sekretaris DPD PAN Kabupaten Bengkalis itu juga menjelaskan bahwa keikutsertaan dia maju sebagai caketum KONI bukan sebatas euforia. Dirinya siap mengabdi dan memajukan dunia olahraga dengan manajemen yang transparan dan memiliki akuntabilitas kepada publik maupun pelaku olahraga yang ada di kabupaten Bengkalis. Pengelolaan KONI, menurutnya, harus dilakukan secara kolektif dan bersama pengurus.

Syaukani Pastikan Maju Caketum KONIBENGKALIS-Beberapa hari lagi jelang pelaksanaan Musorkab KONI Kabupaten Bengkalis, jumlah bakal calon ketua umum (caketum) mengerecut. Saat ini hanya tersisa tiga bakal calon yang akan maju, yaitu Sriyono, Fivetrio Sulistio dan Syaukani Alkarim.

Nama Syaukani sebelumnya tidak pernah muncul di permukaan bakal maju sebagai calon ketua umum. Kabarnya, Syaukani juga sudah mendapat restu dari Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh dan Ketua DPRD, Heru Wahyudi untuk maju. Yang bersangkutan juga sudah melakukan pendekatan dengan mayoritas pengurus cabang olahraga di Bengkalis.

Syaukani ketika dikonfirmasi, Selasa (6/1/2015), mengaku siap maju untuk bertarung pada pemilihan ketum KONI yang akan diselenggarakan, Sabtu (10/12). Pelaksanaan musorkab itu sendiri menurut Syaukani merupakan langkah terbaik untuk menyiapkan pengurus KONI ke depan.Terkait dengan munculnya bakal caketum lain, ia mengaku tidak ada masalah karena merupakan bagian dari proses demokratisasi di tubuh KONI sendiri.

"Saya siap maju dan bertarung pada Musorkab KONI mendatang. Tentunya keikutsertaan saya tidak bisa lepas dari dukungan kawan-kawan Pengkab. Insyaallah sampai sejauh ini saya sudah menjalin komunikasi dengan mayoritas kawan-kawan pengurus atau ketua pengkab," terang Syaukani.

Sekretaris DPD PAN Kabupaten Bengkalis itu juga menjelaskan bahwa keikutsertaan dia maju sebagai caketum KONI bukan sebatas euforia. Dirinya siap mengabdi dan memajukan dunia olahraga dengan manajemen yang transparan dan memiliki akuntabilitas kepada publik maupun pelaku olahraga yang ada di kabupaten Bengkalis. Pengelolaan KONI, menurutnya, harus dilakukan secara kolektif dan bersama pengurus.

Ditambahkan Syaukani, langkah yang diambilnya untuk maju sebagai caketum KONI juga tidak terlepas dari permintaan kawan-kawan di Pengkab. Termasuk juga dukungan dari Bupati Bengkalis maupun Ketua DPRD Heru Wahyudi. Soal bakal caketum lain, ia tidak mempermasalahkan dan siap bersiang secara sportif dan sehat sesuai mekanisme yang diatur dalam AD/ART KONI.

"Kalau tidak ada halangan, saya pastikan siap maju untuk menjadi Ketum KONI periode mendatang. Soal Pengkab mana yang akan mendukung saya, kita lihat saja nanti karena saya setakat ini masih intens membangun komunikasi dengan para ketua Pengkab, termasuk dengan Plt Ketum KONI. Soal kalah atau menang itu hal biasa dalam dinamika organisasi dan proses demokratisasi," tutupnya.(jfk)