
PEKANBARU, GORIAU.COM - Negeri yang kaya akan sumberdaya alam, Riau ternyata masih ''dianak-tirikan'' oleh pemerintah pusat. Riau tak terperhatikan dan selalu dilupakan dalam segala hal. Riau tak dianggap ada oleh pemerintah pusat.
Demikian diungkapkan mantan Menteri Dalam Negeri Letjen (Purn) H Syarwan Hamid pada pertemuan dengan para pemimpin redaksi media cetak, elektronik dan online, Senin (16/12/2013) malam ini.
''Riau tak dianggap, padahal daerah ini sudah menyumbangkan begitu banyak sumberdaya alam, dana yang dikuras dari Riau sangat besar untuk menopang ekonomi negara. Tapi pengembalian ke Riau boleh dikata sangat kecil,'' ujar tokoh Riau yan diberi gelar Datuk Sri Lela Setia Negara oleh LAMR Riau ini.
Karena itu, Riau tak boleh pasrah, pemerintah daerah, DPRD, pemuda dan semua unsur harus ikut berjuang untuk nasib dan masa depan Riau. Riau harus memberikan perlawanan terhadap perlakuan yang tidak adil tersebut.
''Marwah dan harga diri itu harus kita bangun, jangan mengemis-ngemis ke pemerintah pusat. Kita harus membela, kalau dizalimi kita harus menuntut dengan cara-cara apapun bahkan memisahkan diri sekalipun,'' jelas jenderal yang kini berusia 70 tahun ini.
Sebagai putra Riau, Syarwan juga siap menghibahkan dirinya untuk perjuangan Riau. Karena itu dia mengajak seluruh masyarakat Riau untuk berjuang bersama-sama. ***