
JAKARTA – Swedia secara resmi telah mengakui seks sebagai cabang olahraga dan memiliki federasi olahraga seks, menjadi topik media mainstream pekan ini. Banyak media mengulas topik ini dengan judul yang bombastis.
Ternyata, topik ini tidak hanya hangat di Indonesia. Melainkan, media di negara luar juga ikut membahasnya. Mereka mengutip postingan media sosial.
Lantas, bagaimana faktanya?
Menurut Snopes - media cek fakta internasional - klaim tentang pengakuan olahraga seks oleh Swedia itu adalah bohong.
Memang benar ada kejuaraan seks Eropa, tetapi kompetisi itu telah ditolak oleh konfederasi olahraga Swedia (RF) - yang setara dengan KONI di Indonesia.
Kejuaraan seks itu diajukan oleh sebuah lembaga independen bernama Federasi Seks Swedia. Federasi tersebut juga telah mengajukan pendaftaran ke otoritas olahraga Swedia, tetapi juga sudah ditolak. Federasi itu kabarnya dipimpin oleh Dragan Bratych.
Tetapi surat kabar Swedia Gotesborgs-Posten pada April 2023 kemarin mewartakan bahwa Bratych tidak adalah pengusaha yang menjalankan bisnis bar penari telanjang di negara tersebut.
Kepala RF, Björn Eriksson, sejak Januari lalu mengatakan bahwa pendaftaran yang diajukan oleh Bratych itu sudah ditolak.
"Pendaftaran seks sebagai olahraga tidak memenuhi syarat dan saya memastikan bahwa pendaftaran itu sudah ditolak," tegas Eriksson.
"Saya harap semua omong kosong ini berlalu. Kami jelas menolak," terang Eriksson kepada sebuah stasiun tv Swedia pada Januari 2023.
Pengumuman tentang penolakan terhadap pendaftaran olahraga seks itu juga sudah diumumkan di situs resmi RF pada April kemarin.
Kesimpulan
Kejuaraan seks sebagai olahraga di Swedia mungkin masih akan berlangsung, tetapi pemerintah Swedia dan lembaga olahrag setempat telah menolak pendaftaran seks sebagai olahraga resmi di negara tersebut.
Berita tentang pengakuan seks sebagai olahraga resmi di Swedia termasuk dalam hoaks.***