SELATPANJANG - Mengantisipasi bencana kabut asap yang dapat melumpuhkan aktivitas ekonomi dan kesehatan warga, pucuk pimpinan daerah turun langsung menyisir kesiapan armada pemadam darurat. Langkah pencegahan ini ditarik ke depan seiring bayang-bayang iklim ekstrem Super El Nino yang mengancam wilayah pesisir gambut.

Bupati Kepulauan Meranti, Asmar menginisiasi pemeriksaan menyeluruh terhadap pasukan dan kelengkapan penanggulangan bencana di halaman Mapolres Kepulauan Meranti, Jalan Gogok Darussalam, Kamis (4/6/2026).

"Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan salah satu wilayah yang rentan terhadap karhutla. Karena itu, seluruh stakeholder harus mengambil langkah konkret dan mengedepankan upaya pencegahan melalui sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar," urai Asmar.

Dalam arahan di hadapan ratusan personel gabungan, ia menekankan agar pergerakan tidak hanya berpusat di kabupaten. Para camat, kepala desa, Kapolsek, Danramil, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga tokoh adat diminta mengambil peran aktif sebagai detektor dini titik api di lingkungan masing-masing.

Pengecekan tidak berhenti pada barisan pasukan. Bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kelayakan kendaraan operasional, pompa air, hingga alat pelindung diri (APD) milik petugas turut diuji kelayakannya guna memastikan tidak ada kendala teknis saat situasi genting terjadi.

Apel siaga tersebut dihadiri sejumlah pejabat kunci, di antaranya Kasubsi II Bidang Intelijen Kejaksaan Negeri Kepulauan Meranti, Hermawan Agung Widianto, SH, Wakapolres Kepulauan Meranti, Kompol Detis Mayer Silitonga, SH, dan Danramil 02/Tebing Tinggi, Kapten Arh Efri H Nasution, SSos.

Tampak pula perwakilan Danposal Selatpanjang, Serda Bah Koko Barus, Plh Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Kepulauan Meranti, Febrizon, SH MIP, serta Kanit SAR Selatpanjang, Prima Heri Saputra, SE berbaris memastikan instansi masing-masing siap digerakkan kapan pun api terpantau. ***