SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - Terkadang, tidak semua niat baik itu bisa terlaksana denga baik. Juga, tidak semua orang bisa menerima niat baik tersebut secara baik. Itulah kata-kata yang pas untuk Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Siak yang gagal melaksanakan seminar jurnalistik dan sosialisasi Pemilu cerdas di SMA N 1 Mempura.

Pasalnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Siak Drs. Kadri Yafis, M.Pd secara tiba-tiba mencabut izin pelaksanaan seminar tersebut. Akibatnya, wartawan di Kabupaten Siak yang tergabung dalam PWI sangat kecewa.

Seminar yang akan dilaksanakan pada Kamis (20/2/2014) merupakan bagian dari serangkaian kegiatan PWI sempena peringatan Hari Pers Nasional (HPN). Padahal, seminar pertama pada 13 Februari lalu di SMA N 1 Bungaraya berjalan sukses. Walaupun dengan suasana kabut asap.

Menurut Abdus Salam selaku Ketua Panitia menyatakan kesiapan sudah 99 persen. Hanya menunggu waktu pelaksanaan saja. Namun, secara tiba-tiba Kadri mengintruksikan Kepala Sekolah untuk tidak mengirim delegasi. "Dimana, sekolah-sekolah tersebut berada di Kecamatan Mempura, Siak dan Dayun," kata Salam.

"Pembatalan dilakukan tepat satu malam menjelang pelaksanaan. Padahal, persiapan semuanya sudah final," lanjut Salam.

Sementara itu, Kadri Yafis mengatakan seminar jurnalistik dan sosialisasi Pemilu cerdas tidak bisa dilaksanakan karena kabut asap yang pekat. Para siswa pun sudah diliburkan sejak Selasa (18/2/2014). Namun, siswa kelas 12 tetap bersekolah. Tapi, mereka juga tidak boleh ikut seminar.

"Siswa kelas 12 harus fokus menghadapi Ujian Nasional yang akan dilaksanakan pada April mendatang," ujarnya. Ia menilai, seminar yang ditaja PWI dapat mengganggu persiapan siswa.

Terlepas dari alasan itu, Salam mencium adanya teror yang dilancarkan Kadri kepada para Kepsek. Dimana, jika ada Kepsek yang berani mengirim delegasi maka dia akan dipindahkan. "Saya mendapat laporan dari salah seorang Kepsek seperti itu," lanjut Salam.

"Kita sangat menyayangkan sikap Kadisdik dengan membatalkan acara yang sudah dikoordinasikan sebelumnya tersebut, dalam waktu yang sudah mepet ini. Ini pelajaran bagi kita insan Pers," ujar Salam dengan nada pasrah.

Bahkan, pemateri yang akan mengisi seminar berasal dari Pekanbaru, yakni Eka Putra yang juga Sekjen PWI Riau telah hadir di Siak pada Rabu (19/2/2014) sore. Begitu juga halnya dengan kue kotak untuk peserta. Panitia sudah memesan sebanyak 350 kotak. Tidak hanya sampai disitu, salah seorang panitia harus dirawat di Puskesmas gara-gara begadang mempersiapkan sertifikat peserta.(san)