PEKANBARU - Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Pulau Sumatera masih menjadi momok serius. Berdasarkan pembaruan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, sebanyak 193 titik panas atau hotspot terpantau menyala di berbagai provinsi, Sabtu (6/6/2026).

Provinsi Bangka Belitung memimpin sebaran dengan 39 titik. Posisi selanjutnya ditempati oleh Sumatera Selatan dengan 32 titik, Sumatera Barat 24 titik, dan Jambi 20 titik. Sementara itu, Provinsi Riau menyumbang puluhan titik panas yang tersebar merata di berbagai daerah.

Di Provinsi Riau sendiri, satelit mendeteksi keberadaan 31 titik panas yang mengepung sembilan kabupaten. Wilayah pesisir menjadi daerah yang paling rawan kemunculan api.

Rincian sebaran titik panas di Riau meliputi:

  • * Zona Rawan Tinggi: Kabupaten Bengkalis menempati posisi teratas dengan 8 titik panas.
  • * Zona Rawan Sedang: Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu masing-masing menyumbang 6 titik panas, disusul Rokan Hilir dengan 4 titik, dan Rokan Hulu 3 titik.
  • * Zona Rawan Rendah: Kabupaten Kampar, Siak, Kuantan Singingi, dan Indragiri Hilir masing-masing terdeteksi memiliki 1 titik panas.

Cuaca Hujan Bukan Jaminan Aman

Tingginya jumlah hotspot ini terjadi di tengah prediksi BMKG yang menyatakan Riau masih akan diguyur hujan ringan hingga lebat. Kelembapan udara yang mencapai angka 55–100 persen rupanya tidak sepenuhnya menghentikan kemunculan titik panas di lahan-lahan kering maupun gambut.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Mari Frystine menegaskan bahwa peringatan dini terkait aktivitas pembakaran lahan harus terus digaungkan kepada masyarakat luas.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara terbuka mengingat sejumlah wilayah masih terdeteksi memiliki titik panas yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan berskala besar apabila arah angin mendukung penyebaran api. ***