
PEKANBARU - Kabar baik datang dari mitigasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau. Jumlah titik panas (*hotspot*) menyusut tajam hingga hanya tersisa 10 titik pada Selasa (1/9/2026), menjadikan Riau sebagai salah satu provinsi dengan sebaran terendah di Pulau Sumatera.
Rincian Sebaran Titik Panas
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Gita D.S menjelaskan, penurunan drastis ini merupakan dampak positif dari curah hujan yang mengguyur sebagian besar wilayah Riau sejak akhir pekan lalu. Berdasarkan pemantauan satelit hingga pukul 23.00 WIB, ke-10 titik panas tersebut tersebar di empat wilayah, dengan rincian sebagai berikut:
"Kondisi basah tersebut turut menjadi faktor yang menekan kemunculan titik panas," jelasnya terkait penurunan tajam indikasi Karhutla di Riau.
Kondisi Kontras Sumatera
Angka di Riau berbanding terbalik dengan kondisi regional Sumatera yang justru sedang dikepung asap. Secara keseluruhan, total *hotspot* di wilayah Sumatera menembus angka 1.153 titik.
Provinsi Sumatera Selatan tercatat sebagai penyumbang titik panas terbanyak dengan 715 lokasi, disusul Bangka Belitung (187 titik), dan Lampung (133 titik). Sementara provinsi tetangga seperti Jambi, Bengkulu, dan Sumatera Barat masing-masing mencatat angka di bawah 15 titik.
Meski wilayah Riau kini terbilang aman, otoritas cuaca dan lingkungan tetap meminta partisipasi aktif warga. Masyarakat diimbau agar tidak menurunkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla, terutama di kawasan rawan gambut yang rentan terbakar saat udara kabur dan berawan. ***