JAKARTA - Kapten Timnas Argentina, Lionel Messi resmi mengumumkan pensiun dari sepak bola internasional setelah dua dekade mengabdi untuk negaranya. Pengumuman perpisahan tersebut disampaikan langsung melalui akun Instagram pribadinya, Selasa (1/9/2026).

Keputusan ini memicu berbagai pesan emosional dari rekan sejawat. Penyerang Timnas Argentina, Angel Di Maria turut memberikan respons atas kepergian rekannya tersebut. "Saya dan seluruh rakyat Argentina akan berterima kasih seumur hidup atas dedikasi ini," tulisnya merespons unggahan tersebut.

Puncak Perjalanan di Timur Tengah

Pencapaian tertinggi Messi bersama Argentina terjadi saat menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar. Gelar ini sekaligus mengakhiri puasa trofi Piala Dunia selama 36 tahun sejak era Diego Maradona. Perjalanan skuad La Albiceleste dimulai dengan kekalahan 1-2 dari Arab Saudi, sebelum bangkit mengandaskan Meksiko 2-0 dan Polandia 2-0 untuk keluar sebagai juara grup.

Memasuki fase gugur, Argentina menundukkan Australia 2-1 lewat gol Messi dan Julian Alvarez. Ujian berat datang di perempat final melawan Belanda. Sempat unggul 2-0 lewat Nahuel Molina dan Messi, Wout Weghorst memaksa hasil imbang melalui gol balasan, termasuk gol di menit ke-90+11. Argentina akhirnya menang adu penalti 4-3, lalu melibas Kroasia 3-0 di semifinal.

Laga final melawan Prancis tercatat sebagai salah satu pertandingan paling kompetitif. Argentina sempat memimpin 2-0 melalui Messi dan Di Maria. Kylian Mbappe kemudian mencetak dua gol dalam rentang 97 detik untuk menyamakan kedudukan. Babak perpanjangan waktu kembali berakhir imbang 3-3 usai Messi dan Mbappe kembali mencatatkan nama di papan skor. Argentina memastikan gelar juara dunia usai memenangi babak adu penalti dengan skor 4-2.

Deretan Trofi Antarbenua

Sebelum kejayaan di Qatar, Messi mempersembahkan trofi Copa America 2021 usai menumbangkan Brasil 1-0 berkat gol tunggal Di Maria. Dalam turnamen tersebut, Messi berbagi gelar pencetak gol terbanyak bersama Luis Diaz dari Kolombia dengan torehan empat gol. Prestasi di level benua ini terus berlanjut saat Argentina sukses mempertahankan gelar pada Copa America 2024.

Gelar lintas benua turut melengkapi etalase trofinya. Pada ajang Finalissima 2022, Argentina selaku kampiun Copa America membungkam juara Euro 2020, Italia dengan skor 3-0. Meski gol dicetak oleh Lautaro Martinez, Angel Di Maria, dan Paulo Dybala, Messi dinobatkan sebagai pemain terbaik laga usai menyumbang dua umpan berujung gol.

Jejak juara Messi sudah terlihat sejak usia muda. Ia membawa Argentina menjuarai Piala Dunia U20 tahun 2005 setelah mengalahkan Nigeria 2-1 melalui dua gol penaltinya, sekaligus menjadi pencetak gol terbanyak turnamen dengan enam gol. Tiga tahun berselang, medali emas Olimpiade Beijing 2008 diraih usai kembali mengalahkan Nigeria 1-0 lewat aksi Di Maria.

Rapor Statistik Individu

Selama berseragam biru putih, Messi mencatatkan deretan rekor yang menjadi standar baru dalam sejarah sepak bola Argentina maupun dunia:

  • Pencetak gol terbanyak sepanjang masa Argentina dengan akumulasi 125 gol.
  • Pemain dengan jumlah penampilan terbanyak untuk Argentina, mencapai 207 pertandingan.
  • Pencetak gol terbanyak Argentina di ajang Piala Dunia dengan 21 gol.
  • Pemegang rekor penampilan terbanyak di Piala Dunia dengan total 34 pertandingan.
  • Mencetak hattrick tertua di Piala Dunia pada usia 38 tahun 357 hari saat menghadapi Aljazair di Piala Dunia 2026.
  • Meraih kemenangan terbanyak di pentas Piala Dunia dengan total 23 kemenangan.
  • Tampil terbanyak di turnamen Copa America sebanyak 39 pertandingan.
  • Mencatatkan kemenangan terbanyak di Copa America dengan 25 hasil maksimal.
  • Satu-satunya pemain yang mencetak umpan gol dalam tujuh edisi Copa America (2007, 2011, 2015, 2016, 2019, 2021, dan 2024).
  • Pemain dengan penampilan terbanyak di final Copa America sebanyak lima kali (2007, 2015, 2016, 2021, dan 2024). ***