PEKANBARU - Masjid Raya Al Ikhsan yang berdiri megah di pusat Kota Bagan Siapi-api, Rokan Hilir ini menyimpan banyak kisah unik. Masjid tua di Rokan Hilir tersebut pernah disinggahi Raja Siak Sultan Syarif Qasim II yang bertindak sebagai khatib sholat Jumat.

Walaupun kini bangunan masjid sudah direhab total, namun mimbar dan tongkat khatib sholat Jumat masih asli terbuat dari kayu dan besi putih. Benda-benda ini menjadi simbol dan bukti kemegahan masjid ini pada masa lalu.

Secara pasti tanggal dan tahun pendirian masjid Raya Al Ikhsan Bagan Siapiapi Kabupaten Rokan Hilir ini tidak diketahui. Namun dari cerita yang dipercayai masyarakat, keberadaan masjid sudah hampir satu abad dan merupakan masjid pertama di kota Bagan Siapiapi.

Dulu masjid ini berada ditepi sungai, bangunan hanya terbuat dari kayu berukuran 5Ã-5 meter. Dalam pengembangannya bangunan kayu ini direhab sebanyak tiga kali.

Kemudian baru pada tahun 1992 bangunan kayu tersebut direhab total diganti bangunan batu yang berukuran 23Ã-25 meter.

Pembangunan masjid Raya Al Ikhsan tahun 1992 dilakukan oleh Camat Bagan Siapiapi Drs. H. Wan Thamrin Hasyim, saat diremikan juga dilakukan Drs. H. Wan Thamrin Hasyim selaku Bupati Rokan Hilir.

Pembangunan masjid sejak awal berdiri dilakukan secara swadaya oleh masyarakat, karena pengurus masjid terdahulu memang tidak mau menerima bantuan dari pemerintah. ***