RUPAT UTARA - Saat hari Raya Idul Fitri kemarin banyak wisatawan yang datang berlibur ke pantai Pesona Rupat Utara. Dari informasi yang dikumpulkan Pemerintahan Rupat Utara ada sekitar 5.000 lebih wisatawan datang menikmati indahnya alam serta pantai Rupat Utara.

Namun sebagian wisatawan yang belum pernah ke Rupat Utara mengeluhkan sejumlah sarana wisata yang dinilai masih sangat kurang untuk menikmati pemandangan alam yang indah seperti di pinggir Pantai Pesona Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Riau.

"Bosan diperjalanan karena pertama lambat menunggu antrian menyebrang di Roro, setelah itu Jalan menuju Pantai juga ada beberapa titik yang rusak dan masih berdebu. Saat sampai disini (pantai Pesona) signal hp juga hilang. ga bisa komunikasi, mau internetan juga ga bisa, tunggu dulu keluar dari Tanjung Medang baru bisa mengunggah foto-foto selama di Rupat," kata Wesli, mahasiswa UNRI saat berbincang dengan GoRiau.com, Minggu (17/7/2016).

Menurutnya, jika Pemerintah komitmen memasukan Rupat Utara pada Kawasan Wisata Nasional, masih banyak yang harus dibenahi oleh sejumlah pihak terkait.

"Pertama, maksimalkan dulu roro penyebrangan itu. Jika masih begini-begini saja, orang akan malas ke Rupat, karena antri Roronya lama. Tentunya ini kewenangan dari Provinsi karena sudah menyangkut dua wilayah Kabupaten Kota," ujarnya lagi.

Selainjutnya infrastruktur Jalan yang masih rusak dibeberapa titik, tentunya menjadi PR utama bagi Pemerintah kabupaten Bengkalis. Begitu juga dengan air bersih yang sulit ditemui di Rupat Utara. Saat menginap di rumah-rumah warga, soal air ini yang selalu diributkan pengunjung, bahkan ada yang rela mandi dengan air galon.

"Listrik di Rupat Utara memang sudah ada peningkatan dari sebelumnya, tetapi bagi pengunjung listrik di Rupat Utara ini sangat parah. Sehari bisa mati sampai 6-7 kali. Apalagi, matinya tidak tentu jam nya. Parahnya lagi untuk teman-teman yang sedang melakukan KKN di daerah ini sering mengeluhkan tidak adanya bank di Rupat Utara. Sehingga mereka harus menyebrang lagi ke Dumai untuk mengambil uang kiriman dari orangtua," kata Wesli.***