
PEKANBARU - Ketua DPP Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Provinsi Riau, Mustar Bona Venura, melantik pengurus setingkat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC), Minggu (20/3/2016), di Hotel Pangeran, Pekanbaru.
Pelantikan Pospera Riau ini turut dihadiri oleh Dewan Pembina Pusat Adian Napitupulu SH, Ketua Umum DPP Mustar Bona Venura, Ketua DPD Pospera Riau Julius Situngkir dan Sekertaris Isaac Augusta. Selain itu, hadir pula Ketua DPD Pospera Lampung Marsat Jaya dan Ketua DPD Pospera Sumatra Barat Taufik Renaldo.
Ketua Umum DPP Pospera, Mustar Bona Venura mengatakan, pelantikan pengurus ini bertujuan agar konsolidasi dapat terbangun secara permanen, mengingat Pospera adalah organisasi masyarakat yang berfungsi mengawal program pemerintah, sesuai program Nawacita dari Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla.
''Sekaligus untuk menkonkretkan langkah-langkah strategis dan taktis, termasuk arah organisasi dalam mengawal program kerja pemerintah sesuai Nawacita Pak Presiden Joko Widodo. Nantinya bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke tingkat RT dan RW,'' ujar Mustar Bona Ventura.
Mustar juga menegaskan, organisasi massa yang ia pimpin saat ini akan tetap berpegang teguh pada komitmennya, yaitu mengawal program pemerintah dengan tujuan untuk kepentingan rakyat secara keseluruhan.

Terpisah, Ketua DPD Pospera Riau, Julius Situngkir mengatakan, dengan dikukuhkannya kepengurusan Pospera Provinsi Riau, merupakan langkah awal kesiapan dan dukungan atas seluruh program Presiden Joko Widodo agar selalu berpihak kepada rakyat. ''Menjadi mitra yang kritis dan memberikan masukan kepada pemerintah,'' tegas dia.
Ia melanjutkan, dengan pelantikan tersebut, otomatis sudah ada 12 kabupaten/kota yang telah memiliki kepengurusan resmi. "Kita bersama-sama berjuang sesuai dengan visi Pospera, yaitu mengawal program Nawacita sebagai mata, hati dan telinga Pak Presiden," tukasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Deklarasi dan Pelantikan Pengurus Pospera, Yuandi Daniel Pasaribu menjelaskan, acara tersebut berjalan dengan baik, bahkan dihadiri oleh seluruh struktur DPD, DPC, dan PAC Pospera yang tersebar di 12 Kabupaten/kota se-Riau. "Kita berterimakasih kepada semua tamu undangan yang telah hadir dan yang ikut mendukung kelancaran acara," singkatnya.
Adapun Pospera, adalah organisasi gabungan dari dua relawan yang secara konsisten bekerja dibasis rakyat. Organisasi tersebut adalah Pena 98 dan Sutet. Keduanya punya visi yang sama, yaitu punya cita-cita untuk perbaikan negeri serta kesejahteraan rakyat.
Dalam perjalanannnya, Pospera pernah pula menjadi relawan Joko Widodo yang maju menjadi presiden. Puncaknya, konsolidasi Pospera pun digagas dan Provinsi Bali dipilih sebagai tempat representatif awal. Dengan cepat organisasi massa ini berkembang ke hampir seluruh provinsi di Indonesia, termasuk Riau. ***