RENGAT, GORIAU.COM - Entah mana yang benar, yang jelas dua alasan penyebab matinya 2.000 itik bantuan Pemkab Indragiri Hulu, Riau untuk dua kecamatan membingungkan warga Inhu sekaligus melahirkan kecemasan. Pasalnya, Kadisnakkan Inhu mengeluarkan alasan berbeda untuk kasus matinya 2.000 itik tersebut.
Dua alasan penyebab matinya 2.000 itik bantuan Pemkab Inhu ini muncul di dua media yang berbeda. Alasan pertama, Kepala Dinas Perternakan dan Perikanan Inhu (Disnakkan) Drh Asep Sumantri mengatakan, 2.000 itik bantuan tersebut mati karena kelelahan. Pasalnya kontraktor pemenang tender belum berpengalaman membawa itik dari Jawa Barat ke Inhu, jadi dari 7.500 itik yang diangkut hanya 5.500 saja yang hidup sampai di Inhu, 2.000 itik mati kelelahan dalam perjalanan.
Namun kepada media lainnya, Asep Sumantri mengatakan, 2.000 itu mati karena diserang flu burung. Alasan kedua ini, sontak menghebohkan warga Inhu karena beberapa bulan terakhir Inhu bebas flu burung. Kecemasan pun melanda warga karena takut wabah yang mudah menyebar ini kembali hadir di Inhu, apalagi dari 7.500 itik yang dipesan, 5.500 masih hidup dan siap dibagikan kepada peternak di Kecamatan Rengat dan Kecamatan Kuala Cinaku.
''Mana yang benar pak, mati kelelahan atau kena flu burung. Kalau yang 2.000 itu mati diserang flu burung, kami tak akan terima 5.500 itik yang akan dibagikan itu, karena bisa saja yang 5.500 juga sudah terjangkit tapi belum mati. Kami tak mau menuai masalah,'' ujar Wardi, warga Inhu, Jumat (11/1/2013).
Sementara itu ketika hal ini akan dikonfirmasikan ulang kepada Kadisnakkan Inhu Asep Sumantri, dia sedang tidak berada di tempat. Menurut stafnya, Kadisnakkan sedang melaksanakan dinas luar ke Medan Sumatera Utara (Sumut). (aun)