
DURI - Warga Kelurahan Talang Mandi dalam kembali mengeluhkan soal Jalan di KM 4 yang selalu banjir saat musim hujan. Pasalnya kanan kiri Jalan tersebut tidak ada drainase. Dan usulannya dalam setiap Musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) Kecamatan hingga Kabupaten selalu mental.
Menurut warga, untuk mengantisipasi agar tidak ada banjir bak anak sungai itu, perlu pembangunan drainase. Dan itu sudah diusulkan sejak tahun 2004 silam, tapi hingga kini belum juga ada realisasinya. Sepanjang 2 kilometer Jalan Talang Mandi dalam itu selalu banjir, begitu juga rumah warga setempat ikut kebanjiran.
Anggota DPRD Bengkalis, Abi Bahrun dalam musrenbang Talang Mandi, Rabu (1/2/2017) lalu membenarkan adanya keluhan warga tersebut. Hampir setiap musim hujan, warga Talang Mandi dalam ini terkena musibah banjir.
"Keluhan warga ini akan kita perjuangkan dalam musrenbang Kabupaten nanti. Sebab jika banjir sudah terjadi, maka sumber penyakit akan datang dan masyarakat akan semakin susah. Usulan ini menjadi usulan yang sangat prioritas tahun ini di Talang Mandi," ujar Abi Bahrun kepada GoRiau.com (GoNews Grup).
Tidak hanya itu saja yang menjadi permasalahan sangat krusial di Talang Mandi, masih ada beberapa akses Jalan ke Sekolah yang masih rusak, salah satunya Jalan ke SD Impres. Dan perlu ada juga pembuatan rambu-rambu zona aman sekolah.
"Zona aman sekolah ini salah satunya adalah Jalan Lintas Sebanga ini, warga Talang Mandi yang anaknya sekolah di SMPN 2, SMAN 1, SD di komplek Sebanga Chevron. Setiap harinya mobil besar melintasi Jalan tersebut, dan anak-anak ini juga harus menyebrang Jalan untuk sampai ke sekolah," imbuhnya.
Abi juga menanggapi mengenai Pos dan Portal Jalan Gajah Mada. Dimana selama ini kendaraan membawa sawit bertonase tinggi terus melewati Jalan tersebut tanpa peduli dengan kapasitas kendaraannya. Sehingga kerusakan Jalan Gajah Mada pun tak terelakan.
Hal lain menurut Abi yang dirasa perlu mendapatkan perhatian instasi terkait adalah soal pemasangan tiang llistrik di beberapa RW di daerah Kampung Terandam.
"Saat ini status penyambungan warga itu sistem jumper dari 1 titik ke 30 rumah. Ini sangat rawan terjadinya kebakaran, dan harsu segera di benahi untuk menghindari hal-hal yang merugikan itu," tutupnya didampingi Ketua Fraksi PKS dr. Fidel Fuadi dan Fransiska yang juga Anggota DPRD Bengkalis.*** #Klik di Sini Baca Berita BENGKALIS