PEKANBARU, GORIAU.COM - Suasana rapat paripurna DPRD Kota Pekanbaru yang dipimpin Wakil Ketua Sigit Wiyono ST dan dihadiri Wakil Walikota Ayat Cahyadi, Senin (6/7/2015) berlangsung lesu. Tidak banyak anggota dewan hadir pada rapat penyampaian hasil aspirasi yang didapat dari daerah pemilihannya.



Dari 45 anggota DPRD Kota Pekanbaru, jumlah yang mengisi daftar hadir hanya 31 orang. Paripurna dibuka secara resmi oleh Sigit Yuwono didampingi Rustam Panjaitan ini langsung pada inti masalah yakni laporan hasil reses yang disampaikan juru bicara masing-masing daerah pemilihan.

Kebanyakan masalah yang diutara tidak lebih dari persoalan biasa seperti pembangunan infrastruktur, ekonomi dan masalah pelayanan kesehatan. Reses triwulan pertama ini dilaksanakan pada 16 sampai 21 Februari 2015 lalu.

Juru bicara Daerah Pemilihan Pekanbaru I, Roem Diani Dewi mengatakan, hasil reses yang diapat pihaknya menyangkut permasalahan pembangunan fisik dan non fisik, infrastruktur, pendidikan, sosial, ekonomi, pendidikan dan kesejahteraan rakyat.

"Kami sudah menggelar reses dan banyak aspirasi yang kami tampung, di antaranya saat ini masyarakat mengeluh sulitnya pelayanan administrasi Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS). Persoalan pendidikan, persoalan sosial seperti maraknya usaha warung internet yang tak mengantongi izin serta jam operasional yang melampaui batas," kata Roem Diani.

Sementara itu juru bicara Daerah Pemilihan Pekanbaru II Masni Ernawati juga tidak jauh dari persoalan yang sama. Rapat paripurna penyampaian hasil reses DPRD Kota Pekanbaru ini berbeda dengan forum biasanya.

"Hanya sedikit yang hadir, kebetulan hari ini ada proseses assessment yang juga bertepatan dengan paripurna, makanya mereka tidak bisa hadir. Ya kami maklum juga," kata Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi. (rul)