
PEKANBARU, GORIAU.COM - Studi banding anggota DPRD Provinsi Riau tahun 2012 ke Amerika Serikat, Itali dan negara-negara Eropa terus mendapat kecaman. Pasalnya, studi banding itu, hanya akan menghabiskan uang daerah ketimbang membawa hasil yang positif bagi pembangunan daerah. Apalagi anggaran yang dialokasi mencapai Rp5 miliar atau hampir mendekati Rp90 juta peranggota jika dibagi 55 anggota DPRD Riau.
''Tahun lalu juga ada studi banding ke luar negeri, tapi apa hasilnya? Tak ada apa-apanya. Tahun ini apalagi. Stuban ini tak lebih dengan maksud jalan-jalan. Dan menghabiskan keuangan daerah,'' ujar Direktur Executive Badan Advokasi Publik Riau (BAPR) M Rawa El Ahmady kepada wartawan, Senin (12/11/2012).
Menurutnya, DPRD Riau harus arif menyikapi kondisi yang terjadi saat ini, dimana DPRD sedang mendapat sorotan dalam kasus suap venue menembak PON Riau, seharunya konsentrasi DPRD Riau lebih diarahkan untuk memperbaiki citra lembaga yang terhormat, bukan sebaliknya semakin membuat masyarakat yakin bahwa DPRD tidak lagi memikirkan rakyatnya.
''Kalau ingin membuat perbandingan program yang mereka buat dan ingin diterapkan di Riau, cukup cari di internet dan bangun komunikasi melalui fasilitas online yang saat ini tersedia dengan bebas. Tapi karena anggarannya sudah disepakati antara Banggar dan TAPD, ya ini sama saja membodoh-bodohi rakyat,'' tegasnya. (rdi)