BAGANSIAPIAPI – Warga Kabupaten Rokan Hilir kini dapat menikmati berbagai kebutuhan bahan pokok dengan harga terjangkau menjelang peringatan Idulfitri 1447 Hijriah. Kehadiran Operasi Pasar Murah di Halaman Rumah Suluk Syekh Oesman Syahabuddin, Jalan Madrasah, Bagansiapiapi, menjadi solusi bagi masyarakat di tengah ancaman kenaikan harga pangan harian.

Pemerintah Provinsi Riau bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan BUMD PT Riau Pangan Bertuah menggelar kegiatan tersebut, Jumat (6/3/2026). Dalam operasi pasar ini, masyarakat langsung memborong berbagai komoditas seperti beras SPHP yang dibanderol Rp60.000 per 5 kilogram, beras premium Anak Daro dan Sokan Rp162.000 per 10 kilogram, serta minyak goreng seharga Rp15.500 per bungkus. Selain itu, tersedia pula gula pasir seharga Rp17.000 per kilogram dan tepung tapioka Rp8.000 per bungkus.

"Pasar murah ini menjadi kontribusi pemerintah dalam meringankan beban masyarakat, karena harganya kami pastikan berada di bawah harga pasaran. Harapan kita, keberadaan operasi pasar ini dapat memberikan dampak langsung dan meringankan pengeluaran harian warga Bagan Siapi-api," ujar Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto.

Selain memberikan harga subsidi yang bersahabat bagi kantong warga, pemerintah daerah juga menjamin ketersediaan stok pangan di Bumi Lancang Kuning dalam kondisi aman hingga pertengahan tahun ini. Khusus untuk komoditas hortikultura yang rentan mengalami fluktuasi harga seperti cabai merah, langkah antisipasi telah disiapkan melalui penguatan kerja sama antardaerah dengan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Langkah intervensi ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan (supply) dan besarnya tingkat permintaan (demand) di pasar lokal.

Direktur BUMD PT Riau Pangan Bertuah, Ade Putra Daulay, menyebutkan operasi pasar secara masif akan terus digiatkan di berbagai kabupaten/kota sebagai tameng pencegah kekosongan stok yang berisiko memicu inflasi.

"Sesuai arahan Plt Gubernur, fokus kita adalah menjaga stabilitas harga dan pengendalian inflasi pangan. Jika barang tersedia melimpah di pasaran, secara otomatis harga akan terkendali dan stabil. Inilah yang menjadi tujuan utama kita menggelar operasi pasar murah secara berkelanjutan," urai Ade Putra Daulay. ***