
JAKARTA, GORIAU.COM - Waralaba kopi asal Amerika Serikat, Starbucks, mengatakan akan membuka 100 kedai kopi baru di Indonesia selama tiga tahun ke depan karena melihat pertumbuhan kelas menengah di Indonesia yang pesat. Salah satu kota yang dipilih adalah Pekanbaru.
Demikian disampaikan CEO Starbucks Howard Schultz dalam kunjungannya ke Indonesia, Rabu (3/4/2013).
''Starbucks bisa dibilang masih dalam tahap awal pertumbuhannya di Asia dan terutama di Indonesia. Tapi, saya sangat terkejut melihat pesatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia, jumlah kelas menengah dan kesempatan jangka panjang di sini,'' ujar Schultz dalam wawancara di kedai Starbucks di Plaza Indonesia.
Secara global, Starbucks memiliki sekitar 18.000 toko di 62 negara yang dikunjungi oleh 70 juta pelanggan tiap minggunya. Kapitalisasi pasar Starbucks diperkirakan mencapai $43 miliar (Rp 430 triliun).
Di Indonesia sendiri, Starbucks sudah memiliki 147 cabang sejak beroperasi 11 tahun lalu di sini.
''Saat ini Starbucks hadir di 12 kota di luar Jakarta dan kami tengah berekspansi ke Palembang dan Pekanbaru. Kami juga terus mencari lokasi-lokasi baru seperti rumah sakit. Respon Indonesia terhadap Starbucks sangat baik. Toko-toko kami yang paling laku ada di kantor-kantor,'' ujarnya.
Schultz menambahkan bahwa Starbucks juga ingin mempromosikan kopi Indonesia ke dunia internasional.
''Selama 40 tahun kami membeli kopi dari Sumatera, Sulawesi, Jawa, dan Papua. Kopi-kopi terbaik di dunia berasal dari sini,'' ujarnya. (bs)