
BENGKALIS, GORIAU.COM - Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Kautsar Bengkalis menobatkan pendiri yayasan Al-Kautsar, H Asy'ari Nur yang juga mantan Kakanwil Kementrian Agama Provinsi Riau, sebagai tokoh pendidikan. Gelar tersebut diberikan atas ide dan gagasan H Asy'ari Nur dalam merintis pendirian Perguruan Tinggi di Kabupaten Bengkalis.
Pemberian gelar tokoh pendidikan tersebut pertama kali dilakukan STAI. Hal itu sebagai bentuk penghormatan keluarga besar STAI Bengkalis terhadap mereka yang dianggap peduli terhadap perkembangan pendidikan di Kabupaten Bengkalis.
Hadir dalam pemberian gelar tersebut, Ketua STAI Bengkalis Prof Dr H Syamsul Nizar MA, Bupati Bengkalis H Herliyan Saleh, Ketua DPRD Jamal Abdillah, Ketua Alumni STAI Bagus Santoso dan sejumlah pejabat dan keluarga besar STAI Bengkalis.
Ketua STAI Prof Syamsul Nizar mengatakan, ketokohan para pendidik dan mereka yang peduli dengan pengembangan dunia pendidikan memang selalu terabaikan. Mereka selalu terkalahkan oleh tokoh-tokoh lain bahkan seorang artis sekalipun.
Hal itu pula yang dialami seorang Buya Hamka. Lingkungan tempat dirinya mengabdikan diri dan pemerintah Indonesia tidak pernah memberikan dirinya penghargaan atau pengakuan sebagai tokoh pendidikan. Baru setelah negara Mesir dan Malaysia memberikannya gelar Dr HC, sebuah lembaga pendidikan di Indonesia memberikan hal serupa.
''Tokoh yang kami munculkan hari ini memang terlahir dari internal kami. Terlalu kecil penghargaan yang kami berikan dibanding dengan sumbangsih dan pengabdian yang telah diberikan oleh pak Asy'ari Nur kepada daerah ini,'' ujar Syamsul Nizar.
Pemberian gelar tokoh pendidikan tersebut sejalan dengan visi misi Kabupaten Bengkalis yang ingin menjadikan kota Bengkalis sebagai Kota Pendidikan. Sewajarnyalah kata Syamsul, untuk sebuah Kota Pendidikan ada tokoh yang didaulat sebagai tokoh pendidikan.
H Asyari Nur dalam sambutannya mengatakan, keinginannya mendirikan lembaga pendidikan (sekolah tinggi) saat itu (tahun 1985) didasari atas menimnya sarjana di Kabupaten Bengkalis, terutama sarjana pendidikan.
Diakui tidak mudah mendirikan sebuah lembaga pendidikan. Beruntung katanya, Kepala Depag Kabupaten Bengkalis saat itu, H Barmawi memberikan dirinya keleluasaan untuk mendirikan lembaga pendidikan dan beraktifitas di luar kantor. ''Waktu itu saya masih pegawai di Depag Bengkalis dan pak Barmawi Kandepagnya. Keinginan saya mendirikan lembaga pendidikan mendapat support dari pak Barmawi,'' cerita Asyari Nur.
Atas nama pribadi dan keluarganya, Asy’ari berterima kasih atas anugerah yang diberikan STAI Bengkalis. ''Masih teringat betapa kami harus dengan kawan-kawan yang lain saat itu, untuk membesarkan STIT. Kami juga harus pandai-pandai mencari mahasiswa, bahkan kami daftarkan tanpa dipungut biaya. Alhamdulillah, saat ini STAI bisa sebesar ini,” ujar Asy'ari lagi.
Sementara Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh mengatakan, salah satu misi pembangunan, sebagai penjabaran dari upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Bengkalis adalah meningkatkan kualitas SDM terutama pembangunan sektor pendidikan, kesehatan, kebudayaan, kependudukan dan ketenagakerjaan.
''Pembangunan di bidang pendidikan merupakan komitmen utama Pemerintah Kabupaten Bengkalis, selain pendidikan SD, SLTP dan SLTA, pada jenjang Pendidikan Tinggi telah tersedia beberapa perguruan tinggi yang salah satunya adalah Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam (STAI) Bengkalis merupakan STAI tertua di kawasan Propinsi Riau,'' ujarnya.
''Perjuangan bapak Drs H Asyari Nur, sebagaimana tertuang dalam curicullum vitae yang dibacakan dihadapan kita semua tadi, itu merupakan perjuangan suci dari salah satu generasi bangsa khususnya bagi kita masyarakat Bengkalis yang sangat bahkan. Selamat kepada pak Asyari, ini menjadi tonggak kebangkitan dunia pendidikan kita,'' puji Bupati. (jfk)