
TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Pasca penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Senin kemarin, harga barang kebutuhan pokok di pasaran masih belum stabil. Oleh karena itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indragiri Hilir (Inhil) meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil melakukan pengawasan untuk tetap menjaga stabilitas harga.
"Kebutuhan pokok ini harus diawasi oleh Dinas Perdagangan dengan melakukan monitoring pasar. Karena harga sembilan bahan pokok (sembako) masih belum stabil meskipun harga BBM telah turun," ujar Anggota Komisi II DPRD Inhil, Samino saat ditemui GoRiau.com, Jumat (23/1/2015).
Menurut pria yang berasal dari PDI-P ini, jika Dinas terkait tidak mengontrol stabilitas harga sembako di pasaran, dikhawatirkan harga sembako masih tetap tinggi seperti saat harga BBM ketika belum turun beberapa waktu lalu.
''Saya lihat masih banyak harga kebutuhan pokok yang masih tinggi. Bagaimana teknisnya saya akan bicarakan lagi dengan teman-teman di Komisi II agar kejadian ini tidak terus berlanjut,'' tukas Samino.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Inhil, Fahrolrozy saat dimintai keterangan menyangkut hal ini mengatakan bahwasanya tidak ada ketersedian dana untuk melakukan operasi pasar, selain itu juga dikatakannya belum ada surat dari Pemerintah Provinsi Riau menyangkut penetapan HET terbaru pasca penurunan harga BBM.
''Untuk operasi itu dananya dari mana. Lagian pedagang juga tidak bisa jual harga murah karena mereka menstok sembako ketika harga masih mahal,'' jelasnya.
Meskipun tidak bisa melakukan operasi pasar, dikatakan Pahrolrozy pihaknya hanya bisa mengirimkan surat edaran agar distributor menjual bahan kebutuhan pokok sesuai dengan harga kekinian.
''Kita juga menghimbau kepada seluruh pedagang agar menjual harga kebutuhan pokok sesuai dengan harga kekinian,'' tutup Pahrolrozy.(ayu)