
TEMBILAHAN- Alam Inhil (Indragiri Hilir), Riau ternyata menyimpan banyak keindahan, seperti salah satunya Pantai Solop yang terletak di Pulau Cawan, Kecamatan Mandah.
Sabtu (16/1/2016) semalam, GoRiau.com memulai perjalanan menuju pantai yang terbentuk dari pecahan kulit-kulit kerang yang sudah menjadi fosil itu.
Dimulai pukul 08.20 WIB, melalui pelabuhan RSUD Puri Husada Tembilahan, dengan menggunakan fiber bermesin 600 pk, kami memulai perjalanan menuju pantai yang pernah didendangkan mantan Gubernur Riau, Rusli Zainal itu.
Selama perjalanan, pemandangan indah terlihat disepanjang sungai Indragiri yang dikelilingi dengan pohon mangrove nan hijau yang tumbuh dipinggir-pinggir sungai.
Keindahan itu bertambah rasanya ditambah dengan semilirnya hembusan angin laut yang segar dan menyejukkan.
Lebih kurang satu jam, kami pun sampai di tempat tujuan, tepatnya pukul 09.38 WIB. Naik di pelabuhan, kami lalu melanjutkan perjalanan ke Pantai Solop.
Tidak sampai 10 menit berjalan kaki dari pelabuhan, keindahan pantai pun sudah terlihat. Sampai di tepi pantai, kami pun langsung bergerak ke arah bibir pantai, menikmati pemandangan luasnya lautan yang terhampar luas di depan.
Meskipun memiliki pantai indah dan hanya satu-satunya di Inhil, namun akses menuju ke lokasi itu sangat sulit, dimana tidak ada transportasi laut yang memiliki rute menuju tempat itu.
Selain sulitnya transportasi, di pantai sepanjang 2 kilo meter yang baru tersentuh 500 meter itu juga tidak terdapat adanya warga yang berjualan termasuk home stay bagi wisatawan yang ingin berkunjung.
''Jika ingin ke sini, harus sewa speedboad sendiri. Jika pun ada yang berjualan hanya ketika lebaran saja, karena banyak masyarakat yang datang ke sini,'' tutur Camat Mandah, Nursal Sulaiman memberikan penjelasan.
Memang, kawasan pantai masih benar-benar alami, sehingga tidak ada tempat yang mendukung untuk wisatawan, karena di pulau itu, hanya ada beberapa rumah penduduk yang berada di sekitar pelabuhan.
Namun demikian, indahnya pantai sangat menawan untuk dikunjungi, dan bagi wisatawan yang ingin berkunjung, bisa membawa makanan sendiri dan bisa dinikmati bersama keluarga di bawah-bawah pohon bakau nan sejuk di pinggir pantai.***