
PEKANBARU, GORIAU.COM - Pengamat Pendidikan Riau, Soemardi Taher membantah jika Indonesia khususnya Riau mengalami kekurangan tenaga pendidik saat ini. Bahkan dikatakannya, jika dikalkulasikan, Indonesia menjadi salah satu negara dengan tenaga pendidik terbanyak.
Dirinya membandingkan dengan beberapa negara di dunia yang rata-rata pelaksanaannya satu berbanding 27 murid. Sementara seperti Inggris, katanya, satu guru dengan 17 murid, Jepang dengan 18 murid dan Singapur dengan 18 murid.
"Sementara kita satu guru dengan enam murid. Siapa bilang guru kita kurang, malahan guru kita sangat banyak," kata Soemardi.
Namun yang perlu dilakukan pemerintah saat ini bagaimana memverifikasi dan mengidentifikasi keberadaan guru tersebut. Dimana sampai saat ini belum jelas dan dijelaskan kedudukannya. "Berarti peran guru itu belum dimaksimalkan. Untuk itu pemerintah harus menyelesaikan honor mereka dan segera dudukkan guru-guru tersebut," sambung Soemardi.
Dimana reformasi terhadap perbaikan guru harus dilakukan dengan cepat dan tegas. Karena dirinya tidak menampik bahwa kesejahteraan guru harus diutamakan, namun yang lebih penting profesionalisme.
Dijelaskannya, ada tiga pokok permasalahan dalam membahas perbaikan guru. Pertama, seluruh guru harus dibentuk profesional. Dimana jika memang diharuskan menerapkan sistem sarjana sebagai pertimbangan, harus dilakukan.
Kedua, mengenai kesejahteraan. Jika semua guru sudah melakukan pekerjaan dengan profesional, kesejahteraan akan mengikuti dan pemerintah memang harus dan wajib mengeluarkannya.
Ketiga merupakan perlindungan hukum bagi guru dan menjalankan tugasnya. "Ketiga pokok masalah tersebut harus terpenuhi dan dipenuhi bagi guru," tegas Soemardi.
"Artinya, persoalan yang menjadi dasar belum terciptanya kualitas pendidikan yang baik dimana reformasi perbaikan guru belum berjalan dengan maksimal," tuturnya.***