
PEKANBARU - Munculnya titik panas atau hotspot di Provinsi Riau dalam beberapa hari terakhir dapat respon, termasuk dari Kapolda Riau, Irjen Zulkarnain. Baginya tak ada kompromi bila itu dipicu oleh aksi pembakaran lahan dan hutan (Karlahut), oleh orang yang tak bertanggung jawab.
Orang nomor satu di kepolisian Riau itu pun dengan tegas mengumbar ultimatum keras bagi para pelaku, yang ditenggarai dengan sengaja membakar lahan dan hutan demi kepentingan pribadi, sehingga menimbulkan asap dan merugikan masyarakat banyak.
Sebab itu, selagi potensi Karlahut belum bergejolak alias makin parah, sejak dini Irjen Zulkarnain sudah mengintruksikan bawahannya agar menindak tegas siapa pun yang kedapatan melakukan pembakaran. Apalagi Riau sekarang dalam masa musim kemarau, yang tentunya sangat rawan Karlahut.
"Nggak ada kompromi, kalau (lahan dan hutan) dibakar dengan sengaja atau karena lalai, saya sikat, tangkap saja yang bakar lahan. Kita serukan begitu," ujar Jenderal bintang dua ini menjawab GoRiau.com (GoNews Group, Rabu (11/1/2017).
Ancaman serupa juga ia peruntukkan bagi perusahaan (korporasi) di Provinsi Riau, yang mungkin saja coba-coba membakar lahannya untuk produksi. "Perorangan atau korporasi nggak ada kompromi, saya sikat. Korporasi apalagi," tegas dia.
Langkah tersebut menurutnya terpaksa diambil Polda Riau dan jajaran, bila nanti tetap saja ditemukan titik api. Sebab, pihaknya sejak lama sudah menyebar maklumat dan mengambil upaya preemtif-edukatif agar setiap orang tidak lagi membakar lahan dan hutan.
"Bukan senang kita menangkap dan memenjarakan itu, tapi mereka yang menyusahkan kita (masyarakat), sekali-kali gantian, kita yang bikin susah mereka. Kita angkut (yang bakar lahan, red)," yakin Irjen Zulkarnain.
Baca Juga: Pangdam I/Bukit Barisan Lodewyk Pusung Ancam Usir Pendatang Gelap yang Sebabkan Karlahut
Kapolda Riau pun setuju dengan pencanangan dari Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen Lodewyk Pusung, yang menginginkan Riau 'haram' disinggahi asap di 2017 ini. "Kita sepakat itu. Cegah Karlahut terjadi di Riau (di 2017)," pungkasnya. ***