BITUNG -- Seorang ibu di Kota Bitung, Sulawesi Utara, sangat kaget ketika mengetahui putrinya, SM (17), tengah hamil, padahal belum menikah.

Dikutip dari Inews.id, SM yang masih duduk di bangku SMA itu ketahuan hamil saat akan menjalani vaksin Covid-19. Ketika itu SM didampingi oleh ibunya.

Siswi SMA tersebut mengaku, pria yang menghamlinya adalah pacarnya, FB (20).

''Setelah diinterogasi akhirnya terungkap pelakunya adalah pacarnya sendiri, FB (20),'' kata Kapolsek Lembeh Selatan, AKP E Kawatu, Sabtu (22/1/2022).

Kapolsek mengatakan, peristiwa tersebut diketahui bermula saat korban hendak dilakukan vaksinasi Covid-19. Dari hasil screaning, tim vaksin menemukan SM sedang hamil sehingga tidak dapat dilakukan vaksinasi.

''Ibu korban yang mendampingi anaknya saat akan divaksin, kaget mengetahui anaknya telah hamil dan langsung menelusuri siapa yang telah menghamili korban. Korban pun menceritakan kepada ibunya bahwa ia dihamili oleh FB yang merupakan pacarnya,'' tutur AKP E Kawatu.

Ibu korban yang mengetahui bahwa anaknya telah dicabuli hingga hamil kemudian melaporkannya kepada pihak kepolisian.

Berdasarkan laporan serta bukti berupa keterangan saksi dan hasil visum, Unit Reskrim Polsek Lembeh Selatan kemudian melakukan penangkapan terhadap tersangka FB.

Saat ditangkap, FB sedang duduk bersama orangtuanya di rumahnya di Kelurahan Batulubang RT II RW 01, Kecamatan Lembeh Selatan Kota Bitung dan tidak melakukan perlawanan.

''Kemudian FB langsung diinterogasi dan mengakui perbuatannya yang telah melakukan persetubuhan dengan korban SM hingga korban hamil,'' kata AKP E Kawatu.

Dari pengakuan ibu korban, sempat ada usaha dari keluarga tersangka untuk melakukan mediasi kekeluargaan, akan tetapi pelapor dan keluarga yang merasa dirugikan tidak menerima hasil mediasi dari tersangka, sehingga tidak terjadi kesepakatan antara keluarga tersangka dengan keluarga korban.

''Saat ini tersangka FB telah diamankan di Mapolsek Lembeh Selatan untuk proses hukum lebih lanjut. Tersangka disangkakan Pasal 82 Undang-Undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,'' ujar Kapolsek. ***