PEKANBARU - Dua lulusan Universitas Lancang Kuning (Unilak) Riau berhasil menembus tahapan akhir seleksi Program Magang Kerja Batch 9 PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Keduanya menyingkirkan lebih dari 80.000 pendaftar lain untuk mendapatkan kesempatan terjun dan mengasah keterampilan langsung di wilayah operasi perusahaan minyak dan gas bumi (migas) tersebut.

Kedua lulusan tersebut adalah Edu dari Fakultas Hukum dan Puja yang merupakan lulusan Fakultas Ilmu Administrasi. Momen keberangkatan mereka memasuki dunia kerja profesional mendapat perhatian khusus dari pimpinan perguruan tinggi tempat mereka menimba ilmu.

Rektor Unilak, Prof Dr Junaidi, SS MHum hadir secara langsung menemui kedua anak didiknya tersebut dalam acara peluncuran program magang yang digelar di Rumbai Country Club (RCC), Pekanbaru pada Selasa (1/9/2026).

"Selamat kepada dua lulusan Unilak yang berhasil magang kerja di PHR. Mampu lulus dari lebih dari 80.000 orang pendaftar tentu merupakan perjuangan hingga dapat diterima," sebut Junaidi.

Ia turut berpesan agar para lulusan mampu menjaga nama baik institusi pendidikan, segera beradaptasi dengan ritme lingkungan operasional, dan menyelesaikan masa penugasan dengan baik. "Semoga ke depan semakin banyak lulusan Unilak yang terpilih dalam program magang kerja di perusahaan multinasional," tambahnya.

Penempatan Ratusan Peserta Magang

Rangkaian seleksi magang PHR Batch 9 ini telah berlangsung sejak Juni hingga Agustus 2026. Manager HC Operation & Services PHR, Rizka Kurniawan memaparkan, secara keseluruhan terdapat 122 peserta yang dinyatakan lolos dari puluhan ribu pelamar dan berhak mengikuti pembinaan lanjutan.

"Mereka akan menjalani program magang selama enam bulan, mulai 2 September 2026 hingga 28 Februari 2027," rincinya.

Rizka kemudian menguraikan pembagian lokasi penugasan para peserta. Sebanyak 98 orang difokuskan untuk mengisi formasi di wilayah operasi Zona Rokan di Provinsi Riau, sedangkan 24 peserta sisanya akan diberangkatkan untuk menjalani penugasan magang di Kantor Pusat Jakarta.

Sinergi Dunia Pendidikan dan Industri

Langkah penyerapan tenaga magang ini merupakan realisasi dari komitmen PHR untuk memperkuat kapasitas tenaga kerja nasional, sekaligus menyelaraskan kurikulum akademik dengan tuntutan nyata di lapangan kerja.

"Program ini menyediakan kuota khusus bagi putra-putri daerah Riau sebagai bentuk partisipasi aktif perusahaan dalam mendukung target Pembangunan Kapasitas Nasional yang diamanatkan oleh SKK Migas, melalui konsep link and match antara dunia pendidikan dan industri," papar Rizka.

Selama menjalani masa magang enam bulan ke depan, para peserta diwajibkan untuk aktif mengembangkan kompetensi kerja. Lebih dari itu, pihak perusahaan menuntut seluruh peserta untuk menerapkan standar disiplin yang tinggi, mematuhi seluruh protokol keselamatan dan kesehatan kerja (HSE), serta menjunjung prinsip lingkungan kerja yang saling menghormati (Respectful Workplace) di seluruh area operasional.

Agenda peluncuran tersebut turut disaksikan oleh sejumlah pemangku kepentingan, diantaranya Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru, Iwan Simatupang; Koordinator Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut, Kunto Purbono; serta perwakilan pimpinan berbagai perguruan tinggi dan para mentor internal PHR. ***