
SELATPANJANG, GORIAU.COM - Meski tidak mendapatkan gelombang besar seperti disisi utara, namun sisi Selatan Pulau Rangsang tepatnya di daerah Bantar, juga mengalami abrasi. Di daerah selatan, tebing-tebing juga jatuh ke laut meski tidak separah sisi utara.
Camat Rangsang Barat Joko Surianto Selamat mengungkapkan, akibat abrasi banyak rumah warga yang kini sudah dekat dengan selat. Bahkan posisi pelabuhan Bantar juga sudah menjauh dari daratan.
''Peristiwa ini terjadi lambat, tapi lama kelamaan terasa, seperti yang terjadi di Pelabuhan Bantar. Sisi kiri dan kanan pelabuhan ini semakin dimakan ombak,'' jelasnya.
Untuk itu, camat berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap sisi kiri dan kanan pelabuhan sehingga tidak mengalami abrasi. ''Kalau bisa diturap, sehingga pelabuhan tidak terancam. Pangkal jembatan pelabuhan saat ini sudah kian mengecil. Dan jika tidak segera diantisipasi, pangkal jembatan itu akan putuskan akibat abrasi itu,”terang Joko. Dikatakannya, bibir pantai di sekitar pelabuhan itu harus segera diperbaiki. Itupun harus dengan pembangunan turap beton. Sebab jika hanya dengan membangun tanggul beton hal itu tidak dapat bertahan. Ada contoh yang pernah dibangun pemerintah beberapa tahun silam. Hasilnya saat ini tanggul itu roboh karena pondasinya sangat tipis.
Sementara jika dengan konstruksi turap beton maka diyakni bangunan itu akan bertahan lama. Sehingga bisa menangkis ombak yang menghepas ke daratan. Seperti ombak yang dihasilkan oleh berbagai kapal-kapal cepat Batam Dumai PP yang cukup merusak bibir pantai yang ada.
''Tanpa pemasangan cerocok atau turap beton, daratan yang ada di wilayah Kecamatan Rangsang Barat itu akan terus terkikis,'' ingatnya. (kpt)