PELALAWAN - Gabungan komisi DPRD Pelalawan menemukan beberapa fakta dan kondisi di tempat Pengolahan Air Bersih (PAB) Pangkalan Kerinci, saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak), Selasa (12/12/2017).

"Temuan kita, air dari PAB ini didistribusikan ke rumah masyarakat tanpa melalui proses terlebih dahulu," jelas Anggota Komisi I DPRD Pelalawan, Faizal.

Diungkapkan Faizal, dalam sidak tersebut gabungan komisi mendapati tidak adanya tawas yang digunakan dalam proses pengolahan air.

"Dari beberapa bahan kimia yang dibutuhkan untuk proses air bersih itu, tawas tidak ada. Jadi air tanpa proses, dari sungai langsung masuk ke rumah masyarakat," jelasnya.

Dijelaskan Faizal lagi, selain itu dewan juga mendapati adanya beberapa peralatan yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan.

"Kita minta kepada dinas terkait agar soal air bersih ini ada jawaban, karena masyarakat menuntut itu. Harus ada solusi secepatnya," tandasnya.

Senada dengan Faizal, Monang Pasaribu menyampaikan agar persoalan tersebut jangan berlarut-larut. Ia juga menyayangkan pengelolaan PAB Pangkalan Kerinci yang dikatakannya, bentuk serta penataannya seperti kandang ayam.

"Hasil pertemuan kita dengan Dinas PUPR, hari ini akan dibeli tawas salah satu bahan untuk pengolahan air bersih. Karena tadi tawas yang tidak ada. Kita minta distribusi air bersih sudah normal," tegasnya, kepada GoRiau.com.

Sidak gabungan komisi DPRD Pelalawan ini, guna menindaklanjuti banyaknya keluhan masyarakat terhadap pelayanan PAB Pangkalan Kerinci.***