
SELATPANJANG - Sejak tahun 2012, Kabupaten Kepulauan Meranti membuat kerjasama dengan beberapa universitas ternama di Indonesia. Ini dilakukan agar bisa mengirim putra-putri terbaik Meranti belajar di universitas tersebut dalam rangka menyiapkan sumber daya manusia berkualitas guna membantu pembangunan di Kota Sagu.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), tahun 2012 Pemda Kepulauan Meranti mengirimkan 24 putra putri terbaiknya untuk belajar di Universitas Riau (Unri). Di Unri, mahasiswa kontrak belajar dengan Pemda Meranti ini mengambil jurusan Administrasi Perkantoran. Di tahun yang sama (2012, red) Pemda Kepulauan Meranti juga mengirim 25 calon mahasiswa untuk kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB). Di IPB, putra putri terbaik Meranti kuliah jurusan Penyuluhan Pertanian.
Lalu, tahun 2013 Pemda Kepulauan Meranti kembali melakukan kontrak belajar dengan Polteknik Bandung (Polban). Sebanyak 29 orang anak-anak Kepulauan Meranti berkesempatan menuntut ilmu di jurusan Teknik Sipil.
Tahun berikutnya, tahun 2014 kontrak belajar Pemda Meranti mengarah ke Yogya, yaitu Universitas Gajah Mada (UGM). Sebanyak 30 orang putra putri Meranti berkesempatan belajar di jurusan Administrasi Keuangan Daerah.
Mahasiwa tiga dari empat universitas ternama di Indonesia ini, Unri, IPB, dan Polban, telah menyelesaikan studinya dan kembali di kampung halaman. Nilai-nilainya pun sangat memuaskan, bahkan ada beberapa orang selesai dengan capaian Cumclaude.
Untuk di UGM, kemungkinan mahasiswanya wisuda pada Bulan April 2017. Saat ini semuanya masing magang di beberapa tempat.
Lulusan-lulusan dari kampus ternama ini, akan direkrut oleh Pemda Meranti untuk membantu di berbagai bidang sesuai keahlian masing-masing dalam pembangunan Meranti. Khusus di Teknik, Bupati Kepulauan Meranti mengaku akan merekrut semuanya tanpa pertimbangan IPK. "Di Teknik, jangankan untuk mendapat IPK tertinggi, untuk lulus seleksi masuk awal saja sangat susah. Jadi, khusus teknik kita akan rekrut mereka bekerja di sini," ujar Bupati H Irwan.
Sementara untuk jurusan lain, dikatakan orang nomor satu di Kepulauan Meranti itu lagi, akan direkrut bekerja namun harus ada standard nilai terendah.
Sedangkan anak-anak lulusan IPB hasil kontrak belajar Pemda, pada tahun 2016 lalu sudah bekerja. Diminta untuk menjadi pendamping pembuatan atau pengolahan sagu menjadi gula cair.
Menurutnya H Irwan, pada awal-awal berdiri, Kabupaten Kepulauan Meranti sangat kekurangan SDM yang memiliki kompetensi tinggi. Akibatnya pembangunannya jadi tertatih-tatih sehingga banyak pembangunan berjalan kurang maksimal. Ia pun mengaku pada awal-awal dulu, tak sedikit pembangunan yang kualitasnya tidak memuaskan.
"Jangan heran pada tahun-tahun awal banyak jalan yang dibangun namun tumbuhnya besi. Ini karena kita kekurangan SDM professional," ujarnya.
H Irwan juga mengucapkan selamat kembali pada putra-putra terbaik Kepulauan Meranti yang mendapat kesempatan belajar di universitas ternama se Indonesia. Walaupun dari jumlah yang dikirim belum lulus semua, namun 90 persen bisa kembali dan lulus.
"Kita harapkan adik-adik ini bisa membantu pembangunan daerah ini," ungkap Bupati Irwan.
Bupati juga mengingatkan kepada para lulusan bahwa mereka adalah orang-orang yang terpilih dari banyak anak-anak Meranti yang berminat mendapatkan beasiswa tersebut. Untuk itulah dia mengharapkan para lulusan memiliki perubahan pada mindset dan prilaku.
"Saya juga ingin menyampaikan kenapa kita sekolahkan anak-anak kita ini ke perguruan tinggi terkenal. Hal ini untuk menjawab kebutuhan sumber daya manusia (SDM) daerah yang masih sangat minim terutama di bidang teknik dan keuangan," tegasnya. *** *** #Semua Berita Kep Meranti, Klik di Sini