PEKANBARU - Barongsai kini bukan lagi ajang pertunjukan dan atraksi hiburan semata, melainkan sudah menjadi kompetisi olahraga. Persiapan yang dilakukan atlet cabor barongsai Riau pun tidak main main, dimana keseriusan ini dibuktikan dengan dilatih langsung oleh pelatih dari Malaysia.

Ketua Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Riau, Andrie Djaja mengatakan, upaya ini dilakukan sebagai bentuk keseriusan Provinsi Riau cabor barongsai dalam berlaga nantinya.

“Kami datangkan pelatih luar negeri, biar ada pengalaman baru bagi para atlet. Dimana pelatih yang dari Malaysia itu dulunya mantan atlet juga,” katanya saat diwawancarai GoRiau.com, Senin, (30/7/2024),

Ia menjelaskan, di PON XXI Aceh-Sumut nanti, cabor barongsai sendiri akan berlaga di Medan. “Di Medan, tanggal 4 sudah mulai main, dan akan berlangsung selama 3 hari, yaitu sampai tanggal 6,” jelasnya.

Ketua FOBI itu berharap, atlet cabor barongsai Riau dapat membawa pulang lebih dari 1 medali emas. “Karena lawan berat kita tentu saja tuan rumah, lersiapannya pasti tidak main-main. Mudah-mudahan kita bisa membawa lebih dari 1 emas lah,” pungkasnya.

Disamping itu, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau, Iskandar Hoesin menuturkan, pihaknya berharap cabor barongsai dapat membawa pulang 3 medali emas. “Karena yang mau diperebutkan totalnya ada 10 emas, kalau bisa 3 saja lah,” tuturnya.

Menurutnya, saat ini Medan dan Sumbar merupakan saingan yang harus diwaspadai dari cabor barongsai. “Barongsai ini cabor unggulan kita juga, namun kita tidak boleh lengah, karna saat ini Medan dan Sumbar termasuk yang terkuat untuk cabor barongsai,” pungkasnya. ***