SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - Kabupaten Siak terus mengembangkan pertanian dan peternakan terpadu, salahs satunya adalah program integrasi antara lahan kelapa sawit dengan peternakan sapi. Untuk pembekalan pengeleloaan program integrasi sawit dan sapi ini, Dinas Peternakan dan Perikanan Siak menggelar workshop pengembangan kawasan integrasi sapi sawit, Kamis (20/6/2013).
Workshop digelar di Aula Balai Kayang Hotel Yasmin dan dibuka oleh Bupati Siak Drs Syamsuar. Tampak hadir Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, Kepala Dinas Holtikultura Ir Hj. Robiati, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi. Drs. Wan Bukhari, peserta worshop se-kabupaten Siak terdiri dari petani. Workshop digelar selama dua hari.
Bupati Siak dalam sambutannya mengatakan mengacu pada perkembangan pembangunan di bidang pertanian dalam artian luas, saat ini tengah terjadi pergeseran paradigma terhadap subsektor peternakan, dimana pada tahun-tahun sebelumnya usaha di bidang peternakan yang dijalankan masyarakat hanya dianggap sebagai usaha di bidang peternakan yang dijalankan masyarakat hanya dianggap sebagai usaha sambilan.
''Namun dewasa ini peternakan telah berkembang menjadi salah satu bidang usaha yang dapat dijadikan peluang yang berpotensi membuka lapangan kerja baru sekaligus menjadi subsektor pendukung tanaman pangan dan perkebunan,'' ujarnya.
Konsep Integritasi sapi sawit saat ini, tambah Bupati, menjadi program unggulan untuk dikembangkan guna mendukung program menuju swasembada daging berkelanjutan pada tahun 2014 yang telah dicanangkan di tingkat pemerintah pusat beberapa waktu lalu, dimana program integritasi sapi sawit dapat diterapkan dengan pendekatan konsep Leisa (low eksternal input system), dimana ketergantungan antara perkebunan kelapa sawit dengan ternak sapi dapat memberikan keuntungan pada kedua sub sektor tersebut.
Namun hal ini harus dianggap layak secara teknis serta menguntungkan secara ekonomis, sehinggap diharapkan dapat mendorong minat petani untuk mengaplikasikan sistem ini. Untuk itu intervensi teknologi yang tepat dan keterpaduan antara kedua subsektor tersebut sangat di perlukan sehingga produksi yang di hasilkan lebih efisien, berdaya saing dan berkelanjutan.
Dikatakan Bupati, perlu kita sadari bersama bahwa pengembangan kawasan integrasi sapi sawit ini merupakan pekerjaan yang berat.pelaksanaannya di yakini memerlukan tenaga pemikiran waktu dan dana yang cukup besar, namun demikian pelaksanaan sistem integritasi sawit sapi model kabupaten siak sebagai pilot projek secara nasional merupakan kebanggaan tersendiri sekaligus tantangan yang ada di peternakan kelolmpok tani ternak, swasta, BUMN, dunia pendidikan dan pemerintah sangat diperlukan.
Kontribusi masing-masing pihak sangat diperlukan untuk mengawal keberhasilan program ini yang sekaligus menjadi upaya bersama kita dalam mendukung program nasional swasembada daging tahun 2014 dengan menjadikan kabupaten siak sebagai sumber ternak bibit di pulau Sumatera.
Lebih Lanjut bupati, petani ternak yang berkumpul dalam kelompok ternak di wilayah kawasan integritasi sapi sawit harus bisa menjadi kelompok ternak yang mandiri dan berdaya saing. Serta menjadi acuan untuk replikasi sistem integritasi sapi sawit bagi kelompok tani di daerah lain.
Untuk itu pemerintah Kabupaten Siak akan terus berusaha untuk menciptakan iklim yang sehat bagi subsektor. Peternakan dengan menetapkan arah pembangunan peternakan di Kabupaten Siak. Dengan diadakannya worshop ini, diharapkan nantinya kita dapat mencari pemecahan berbagai permasalahan yang dihadapi dan serta mampu mencari solusi terbaik untuk pengembangan kawasan integritasi sapi sawit di kabupaten Siak, pungkas Bupati.
''Harapan saya kepada satuan kerja yang menangani fungsi peternakan di Kabupaten Siak kiranya lebih meningkatkan pembinaan dan pemantauan terhadap perkembangan terkini di lapangan,'' kata Bupati.
''Upaya kita dalam mensukseskan pencanangan sebagai sumber bibit sapi potong di pulau Sumatera,di tunjuknya Kabupaten Siak sebagai pilot projek nasional untuk pengembangan sistem integritasi ternak dengan kelapa sawit, karena maju berkembangnya sektor peternakan di kabupaten siak di harapkan dapat memberikan kontribusi yang siknifikan terhadap peningkatan perekonomian, khususnya bagi masyarakat pedesaan guna mendukung tercapainya visi dan misi pembangunan kabupaten siak,'' ujar Bupati.
Dalam kesempatan itu juga bupati menyerahkan secara simbolis sertifikat kepada masyarakat yang mendapatkan bantuan dengan program sertifikat prona yang pembuatannya tidak dipungut biaya, oleh bagian badan pertanahan negara. (sks)