
PEKANBARU, GORIAU.COM - Kritikan demi kritikan terus mengalir ke tubuh PB PON XVIII Riau. Setelah protes tim Papua terhadap lapangan Stadion Narasinga Indragiri Hulu, kini protes yang sama disuarakan atlet terbang layang yang sedang melakukan ujicoba di Bandara Tuanku Tambusai, Pasir Pangarain, Rokan Hulu.
Menurut sejumlah atlet dari kontingen DKI Jakarta, yang lebih awal tiba di lokasi, bandara ini masih perlu pembenahan. Seharusnya mejelang pertandingan seluruh proyek telah tuntas, termasuk terbang layang. Khusus terbang layang, para atlet mengaku takut saat melakukan uji terbang dan saat latihan di bandara karena belum ada pembatas antara landas pacu dengan penonton.
Dua atlet terbang layang DKI Jakarta, Kety dan Monica, mengaku khawatir jika landasan pacu Bandara Tuanku Tambusai masih seperti sekarang karena rawan kecelakaan. Keduanya menilai bandara ini belum layak pakai dan perlu dibenahi.
"Pembatas antara lapangan dengan penonton terlalu dekat. Jika pesawat terpeleset, bisa melukai penonton," ujar keduanya. Bukan itu saja, fasilitas lapangan juga dinilai sangat memprihatinkan. Keduanya menyarankan, sebaiknya panitia membuat kebijakan agar kegiatan ini diundur. Selain sarana dan prasarana minim seperti water closed dan kamar mandi, peralatan kerja juga masih berada di tepi landasan.
"Sebanarnya kami secara pribadi, kalau masih seperti ini lebih baik dimundurkan jadwalnya daripada mengakibatkan kecelakaan,'' tegasnya.
Di tempat terpisah, Sekretaris Sub PB PON Rohul, Yusri yang juga Kapala Dishubkominfo Rohul menjamin seluruh sarana prasana di Bandara Pasirpangaraian selesai pada hari pelaksanaan. Untuk lapangan, akan disesuaikan dengan standar, sedangkan untuk fasilitas water closed dan kamar mandi sudah tuntas.
"Sepuluh unit WC kita siapkan, yakni empat di Bandara Tuanku Tambusai, dan enam lagi di Bukit Bungkus Nasi di lokasi Para Layang di Rokan IV Koto,'' optimis Yusri.
Sebelumnya protes juga dilayangkan tim sepakbola PON Papua terhadap lapangan di Sadion Narasinga yang tidak standar. (rsc)