TELUKKUANTAN - Kepemimpinan Mursini - Halim di Kuantan Singingi (Kuansing), Riau selama setahun ini dinilai belum mampu membuat perubahan ke arah kemajuan seperti yang digadang-gadangkan saat kampanye.

Bahkan, konsep perubahan tersebut sudah dituangkan dalam RPJPD dan RPJMD belum bisa diimplementasikan oleh Mursini - Halim.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi A DPRD Kuansing, Musliadi, SAg kepada GoRiau.com, Rabu (31/5/2017) pagi di Telukkuantan.

"Setahun memimpin Kuansing, belum ada perubahan fundamendatl yang dibuat oleh Mursini - Halim. Saya melihat, tak ada kemajuan, yang ada hanya kemunduran. Jadi, mana perubahan itu?" ujar pria yang akrab disapa Cak Mus ini.

Mursini - Halim, lanjut Cak Mus, berkeinginan untuk melaksanakan pembangunan berwawasan lingkungan. Kenyataannya, sejak dulu hingga sekarang lingkungan Kuansing sudah porak-poranda, baik akibat PETI atau pun pembabatan hutan.

"Mana upaya beliau untuk menyelamatkan lingkungan ini? Saya lihat, tak ada upaya konkrit dari beliau," ujar politisi PKB ini.

Kemunduran lain yang diungkapkan Cak Mus berkenaan dengan penyusunan keuangan daerah yang Molor. Akibatnya, terjadi Krisis keuangan di Kuansing. Hal itu menandakan perencanaan keuangan kurang terkoordinir dengan baik.

"Apakah ini disebabkan beliau tak yakin dengan pejabat eselon II-nya atau seperti apa. Beliau baru melakukan pelantikan pejabat eselon III dan IV. Tapi itu tidak masalah, sebab ASN harus loyal pada pimpinan," papar Cak Mus. Cak Mus menilai, komunikasi antara Mursini - Halim dan pejabat eselon II tidak jalan.

Begitu juga dengan birokrasi yang ada di Kuansing, Cak Mus menilai tak ada perubahan seperti yang dikampanyekan Mursini - Halim. Begitu juga dengan bidang-bidang lain, seperti sertifikasi guru yang tak kunjung cair dan infrastruktur terabaikan serta pelayanan RSUD yang belum maksimal.

"Semua itu hanya langkah mundur dan jelas ini tidak baik. Seharusnya, semua perubahan yang diidamkan itu sudah tergambar dalam anggaran.

Menurut Cak Mus, Mursini harus fokus dengan visi misinya, tentunya harus instens berkoordinasi dengan stakeholder yang ada, baik horizontal maupun vertikal. Sehingga, program yang direncanakan tidak tersendat-sendat.

"Mursini - Halim juga harus melepaskan diri dari belenggu tim sukses. Sudah setahun memimpin Kuansing, masih juga terbelenggu tim sukses. Gimana mau buat perubahan," tutur Cak Mus. Ia juga menyarankan agar tim sukses tak lagi mengintervensi pemerintah, supaya Mursini - Halim fokus membangun.

Cak Mus mendoakan agar Kuansing lebih maju di tangan Mursini - Halim dari pemerintahan sebelum-sebelumnya. Sehingga, perubahan yang didambakan masyarakat terwujud.

"Kalau sekarang nol nilainya, rapor merah untuk mereka," tutup Cak Mus.***