
PEKANBARU - Kekhawatiran mengenai adanya jemaah haji yang tertinggal di Arab Saudi akhirnya terbantahkan secara resmi. Otoritas terkait memastikan seluruh anggota Kloter BTH 03 asal Riau telah keluar dari Makkah dan Jeddah, meskipun dua di antaranya kini harus tertahan di Batam.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon turun tangan langsung menjamin kelengkapan jumlah kepulangan rombongan tersebut. Ia memastikan tidak ada satupun jemaah maupun petugas pendamping yang terabaikan selama proses pergerakan di Tanah Suci.
"Alhamdulillah saat kepulangan dari Saudi semua aman, tidak ada yang tertinggal di sana. Hanya ada dua orang jemaah yang kondisi kesehatannya menurun setelah tiba di Batam, sehingga belum diizinkan pulang ke Pekanbaru," tegasnya.
Kondisi fisik yang terkuras usai menempuh perjalanan udara belasan jam membuat dua jemaah asal Pekanbaru tersebut langsung dilarikan ke RS Awal Bros Botania, Batam. Tim kesehatan gabungan bersama Balai Karantina Kesehatan (BKK) Embarkasi Batam sepakat menunda jadwal penerbangan keduanya demi memprioritaskan keselamatan nyawa.
Penyusutan ketahanan fisik ini cukup beralasan mengingat Kloter BTH 03 membawa ratusan jemaah dengan kondisi tubuh yang rentan. Tercatat sebanyak 277 jemaah masuk dalam radar risiko tinggi (risti), yang terdiri dari 155 perempuan dan 122 laki-laki, ditambah 22 orang yang wajib menggunakan kursi roda.
Terlepas dari tertahannya dua anggota rombongan di rumah sakit, fase kepulangan ratusan jemaah lainnya terbukti berjalan tanpa hambatan. Rombongan kloter yang total berisi 445 orang ini mulai menapakkan kaki di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSQ) Pekanbaru sejak Jumat (5/6/2026).
Penerbangan perdana yang mengangkut 213 jemaah sukses mendarat tepat waktu pada pukul 08.45 WIB. Seluruh jemaah yang sehat langsung diarahkan untuk menjalani proses penyerahan ke pihak keluarga masing-masing, sembari menunggu kabar baik dari dua rekan mereka yang masih berjuang memulihkan diri di Batam. ***