
SELATPANJANG – Pelayanan pembuatan administrasi kependudukan (Adminduk) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kepulauan Meranti yang sebelumnya sempat terganggu akibat server rusak, kini telah normal kembali.
Informasi itu disampaikan Plt Kepala Disdukcapil Kepulauan Meranti, Khairul SAP melalui Kepala Bidang PIAK dan PD (Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data), Herlim, Selasa (8/3/2022) sore.
"Untuk pelayanan administrasi kependudukan sudah normal kembali mulai hari ini (Selasa) sejak pukul 14.00 Wib tadi," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, pelayanan pembuatan administrasi kependudukan di Disdukcapil Kepulauan Meranti sempat terganggu, pasalnya Server KTP Elektronik dan Tanda Tangan Elektronik (TTE) rusak dan mati total.

Rusaknya server yang terintergrasi dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (Siak) ini berdampak pada pembuatan Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, serta Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP). Selain itu pembuatan Surat Keterangan Pindah (SKPWNI), Akta Kematian, Akta Perkawinan dan Akta Perceraian juga belum bisa dilayani.
Sebagaimana diungkapkan Plt Kepala Disdukcapil Kepulauan Meranti, Khairul SAP melalui Kepala Bidang PIAK dan PD (Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data), Herlim, bahwa dikarenakan server yang rusak, pihaknya belum dapat menginput data, sehingga hanya menerima berkas.
"Sehubungan dengan adanya kerusakan server, maka kami sampaikan kepada masyarakat terhitung mulai hari ini seluruh pelayanan Adminduk tidak bisa dilakukan kecuali pelayanan pencetakan Kartu Identitas Anak (KIA) dan Konsolidasi NIK saja. Namun kami tetap menerima berkas dan akan diproses setelah servernya bagus," kata Khairul, Senin (7/3/2022) siang.
Dikatakan, untuk mengatasi hal tersebut, Disdukcapil Kepulauan Meranti terpaksa meminjam server dengan Kabupaten Bengkalis.
"Sambil menunggu adanya perbaikan dan pembelian baru kita meminjam server Disdukcapil Bengkalis, karena setelah berkoordinasi kesana mereka mempunyai server lebih untuk dipinjamkan. Pak Kadis kita yang pergi langsung kesana (Bengkalis). Target kita Rabu, mudah-mudahan sudah normal kembali," ujarnya.
Dikatakan kerusakan server itu bukan kali pertama, namun sudah beberapa kali. Menurutnya, server itu sudah tua sehingga sangat layak untuk diganti dan sudah sering juga dilakukan perbaikan. Permasalahan server ini juga sudah disampaikan kepada Bupati Kepulauan Meranti, Haji Muhammad Adil SH MM.
"Server yang rusak itu umurnya sudah tua yang merupakan hibah dari Kemendagri tahun 2012, waktu itu kita dapat 6 server, dua di dinas dan empatnya lagi di UPTD-UPTD, namun sekarang sudah rusak semua dan tidak ada yang bisa ditukar pakai. Jadi untuk jangka pendeknya kita pinjam aja dulu servernya, karena barang harganya mahal dan anggarannya tak ada tak mungkin juga kita langsung bisa beli, karena satu server sekitar 100 juta lebih. Persoalan ini juga telah kita sampaikan ke pak bupati," pungkasnya.***