BENGKALIS, GORIAU.COM - Meski program Jaminan Kesehatan Masyarrakat Daerah (Jamkesda) berada dibawah Dinas Kesehatan, namun seluruh pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bengkalis harus memahami produk unggulan Pemkab Bengkalis ini.

''Kendati program ini leading sektornya berada di Dinas Kesehatan, tapi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat adalah rumah sakit karena itu seluruh pegawai Kesehatan dan RSUD harus memahami dengan baik program ini dan jangan pernah letih menyosialisasikan kepada masyarakat,'' tegas Bupati Bengkalis H Herliyan Saleh, baru-baru ini. 

''Saya melihat masih ada pegawai di RSUD yang belum paham dengan program Jamkesmasda. Sayangnya, kendati belum begitu tahu, tapi ada yang pura-pura tahu dan tidak berupaya mencari tahu. Karena itu, saya minta pimpinan RSUD untuk menyampaikan sejelas-jelasnya kepada seluruh staf, sehingga seluruh staf mengerti dan bisa menjelaskan kepada masyarakat yang bertanya,” pinta Bupati.

Herliyan Saleh mengakui kalau dia juga sering menerima aduan masyarakat, baik lewat SMS maupun menyampaikan secara langsung, terkait persoalan mareka yang masih dibebankan membayar obat-obatan saat menebus di apotik. ''Hal-hal seperti ini yang harus kita jelaskan, sehingga tidak timbul kerancuan di tengah masyarakat akibat salah tafsir,” jelasnya.

Berbagai persoalan yang terjadi selama perjalanan program Jamkesmsda, harus menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan untuk tahun berikutnya. ''Sejauhmana program ini berjalan dan kendala apa saja yang dihadapi, harus menjadi catatan untuk bahan perbaikan di masa mendatang,” paparnya. (jfk)